TRIBUNJAMBI.COM – Krisis kelistrikan skala besar atau blackout yang dipicu oleh rontoknya transmisi interkoneksi di wilayah Muaro Bungo, Provinsi Jambi sejak Jumat petang lalu (22/5/2026), tidak hanya melumpuhkan roda ekonomi dan aktivitas publik.
Dampak ikutan dari padamnya aliran listrik di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera tersebut kini dilaporkan telah memakan korban jiwa akibat penggunaan alat penerangan darurat yang tidak aman.
Tragedi memilukan ini menimpa empat orang pegawai toko aksesoris ponsel di kawasan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
Keempatnya mengalami keracunan gas emisi karbon dari mesin generator set (genset) yang sengaja dinyalakan saat listrik padam massal menyelimuti ruko tempat mereka bekerja.
Dua dari mereka dikabarkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ditemukan Tergeletak Lemas di Dalam Kamar
Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol membenarkan peristiwa maut tersebut.
Menurut penjelasannya, keempat korban yang teridentifikasi bernama Adila, Rahma, Dwi, dan Riana merupakan pekerja yang sama-sama berdomisili di Kota Tebingtinggi.
Dua orang korban meninggal dunia adalah Adila dan Rahma, sedangkan Dwi dan Riana saat ini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Baca juga: Info Pemadaman Listrik Bergilir di Jambi Minggu 24 Mei 2026 dan Wilayah Terdampak
Baca juga: Peta Kekuatan Teritorial dan Tempur Kodam XX/TIB Bawahi Jambi-Sumbar
Menurut kronologi yang dipaparkan pihak kepolisian, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh pemilik toko yang berulang kali mencoba menghubungi para karyawan melalui sambungan telepon.
Namun, dari panggilan tersebut tidak mendapatkan respons sama sekali.
"Kemudian, pengawas toko diminta untuk melihat kondisi keempatnya. Dan benar saja, pengawas toko dibانو warga mendobrak pintu dan menemukan para korban sudah tergeletak di dalam kamar," kata Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Melihat kondisi para korban yang sudah tidak berdaya, warga di sekitar lokasi langsung melarikan mereka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis pertama.
"Kami tiba setelah korban dibawa kerumah sakit. Dari laporan diterima, dua meninggal dunia dan dua lainnya menjalani perawatan," terangnya.
Sebelum ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri, para korban diketahui sempat berkomunikasi dengan teman-temannya pada malam hari.
Namun, saat fajar menyingsing di pagi hari, keempatnya sudah ditemukan tergeletak lemas di dalam kamar akibat akumulasi gas beracun yang terjebak di dalam ruangan.
"Kami saat ini masih menyelidiki penyebab tewasnya korban, dugaan sementara keracunan asap mesin genset," pungkasnya.
Dampak rentetan dari Sumatera blackout ini juga terus meluas ke wilayah perkotaan lain.
Di Kota Pematang Siantar, listrik padam sejak Jumat (22/5/2026) malam dan berlanjut hingga Sabtu (23/5/2026) di mayoritas daerah di kota ini.
Baca juga: Jambi Picu Sumatera Blackout, Dirut PLN Ungkap Awal Mula Hingga Meluas ke Aceh
Baca juga: Bawa Sabu 1 Kg, Pemuda Asal Jambi Ditangkap Intel Kodim Labuhanbatu
Humas ULP PLN Kota Pematang Siantar, Ramses Manalu menyampaikan bahwa gangguan listrik yang terjadi di Kota Pematang Siantar masih dampak dari defisit yang terjadi serempak di Sumbagut.
Imbasnya, PLN UP 3 Pematang Siantar harus melakukan penyalaan aliran listrik secara bergiliran karena defisit pasokan daya yang belum stabil.
"Beberapa pembangkit belum bisa masuk bang, maka dengan terpaksa dilakukan Nyala bergilir di wilayah Sumut," kata Ramses, Sabtu (23/5/2026).
Ramses bilang, penyalaan bergilir dilakukan dengan membagi suplai listrik per 4 jam.
Pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar atas kondisi darurat yang sedang ditangani tim teknis ini.
"Informasi dari pengatur beban tadi akan dilakukan bergilir per 4 jam," kata dia.
Pusat Kota Lumpuh, Warga Mengungsi Cari Sinyal dan Daya
Hingga Sabtu (23/5/2026) malam pukul 20.15 WIB, kondisi kelistrikan yang lumpuh masih terjadi hampir di seluruh kecamatan, terutama Kecamatan Siantar Barat yang merupakan pusat keramaian kota Pematang Siantar.
Di wilayah ini, hampir semua tempat usaha terpaksa bergantung penuh pada deru mesin genset untuk menyambung aktivitas.
Kondisi ini dikeluhkan oleh Diah, salah seorang warga setempat yang merasakan langsung peliknya situasi mati lampu berkepanjangan tersebut.
"Sore tadi di sini sudah mati lampu. Baru di daerah Jalan Melati ke atas sudah dari pukul 15.00 WIB sudah padam. Gawat lah kondisi ini," kata Diah, warga setempat.
Akibat kondisi ruko dan pemukiman yang panas serta gelap gulita, sejumlah warga Kota Pematang Siantar terpaksa keluar rumah.
Mereka memadati area publik di pusat kota untuk mencari tempat-tempat yang menyediakan cahaya terang, pendingin ruangan (AC), fasilitas Wifi gratis, hingga port pengisian daya listrik guna menyelamatkan gawai mereka yang kehabisan baterai.
RSUD Djasamen Saragih Standby Total
Kepala Bidang Pelayanan Medis pada RSUD Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar, Fatma Azlahmahda Lubis menyampaikan bahwa pihaknya sejak awal sudah menyiapkan genset agar tak mengganggu pelayanan medis selama ini.
"Kami gak mungkin gak pakai genset. Makanya sejak awal sudah kita siapkan. Nah yang paling sulit itu sinyal telekomunikasi untuk berkomunikasi kan," kata Fatma kembali.
DISCLAIMER
Baca juga: Prediksi Skor Brighton vs Man Utd , Head-to-head dan Statistik di Liga Premier Inggris
Baca juga: Prediksi Skor Burnley vs Wolves , Head-to-head dan Statistik di Liga Premier Inggris
Baca juga: Peta Kekuatan Teritorial dan Tempur Kodam XX/TIB Bawahi Jambi-Sumbar