Seminggu Gelar Aksi Tuntut Bantuan, Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Mulai Lemas Akibat Tidak Makan
Sesri May 24, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kondisi pengungsi Rohingya yang menggelar aksi di depan kantor perwakilan penyaluran bantuan sosial dan IOM di Jalan Wan Abdul Jamil, kawasan MTQ Pekanbaru, semakin memprihatinkan. 

Sejumlah pengungsi terlihat lemas dan terkulai di pinggir jalan akibat keterbatasan makanan selama aksi berlangsung.

Aksi yang dimulai sejak Senin (18/5/2026) itu hingga Minggu (24/5/2026) masih terus berlangsung. Para pengungsi bertahan di lokasi sebagai bentuk protes sekaligus permohonan bantuan kemanusiaan kepada lembaga internasional seperti IOM dan UNHCR.

Beberapa pengungsi bahkan mengaku sudah tidak makan selama dua hingga tiga hari terakhir. Mereka bertahan dengan kondisi seadanya sambil menunggu perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.

Perwakilan pengungsi Rohingya, Ershad, mengatakan kondisi para pengungsi saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Banyak di antara mereka mulai kehilangan harapan karena tidak adanya kepastian bantuan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ada yang sudah tidak makan dua hari bahkan tiga hari. Kami sudah tidak tahu lagi harus makan apa," ujar Ershad saat ditemui di lokasi aksi, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: Sudah Empat Malam Pengungsi Rohingya Duduki Kantor Perwakilan IOM di Pekanbaru

Ershad menyebut pihaknya kini hanya berharap ada simpati dan bantuan dari lembaga kemanusiaan, organisasi sosial, maupun masyarakat luas agar para pengungsi dapat bertahan hidup.

Dalam aksi tersebut, para pengungsi juga menyampaikan undangan terbuka kepada seluruh organisasi kemanusiaan, LSM, organisasi Islam, lembaga internasional, hingga individu yang memiliki kepedulian untuk membantu komunitas Rohingya di Pekanbaru.

Mereka menilai kondisi ribuan pengungsi Rohingya saat ini sangat memerlukan tindakan cepat karena banyak yang hidup tanpa makanan cukup, tempat tinggal layak, pendidikan, hingga akses kesehatan yang memadai.

“Kami siap bekerja sama dan mengoordinasikan bantuan secara langsung melalui organisasi yang ingin membantu, sehingga bantuan bisa tepat sasaran tanpa biaya administrasi yang tidak perlu," lanjutnya.

Para pengungsi berharap ada langkah nyata dari berbagai pihak agar kondisi kemanusiaan yang mereka alami tidak semakin memburuk. 

Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan harapan dan bantuan bagi komunitas Rohingya yang saat ini hidup dalam keterbatasan.

"Kami hanya meminta bantuan untuk bisa bertahan hidup, kami juga tidak meminta bantuan kepada pemerintah RI, jadi jangan kami dihina,"ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.