WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Yayasan Daerah Untuk Negeri (DUN) bersama BRI Peduli menghadirkan program Literasi Anak Negeri di SDN 159 Tekolabbua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Program ini difokuskan untuk memperkuat kemampuan membaca dan memahami bacaan bagi siswa sekolah dasar.
Sebanyak 60 siswa kelas 2 hingga kelas 5 menjadi penerima manfaat utama dalam program tersebut. Kegiatan perdana telah dilaksanakan pada 22–23 Mei 2026 sebagai tahap awal implementasi program.
Rangkaian kegiatan meliputi peluncuran program, pelatihan bagi 15 guru, sosialisasi kepada orang tua dari 100 siswa, hingga asesmen awal kemampuan membaca terhadap 100 siswa kelas 2 sampai kelas 5.
Founder Daerah Untuk Negeri, Reybi Waren mengatakan, kemampuan literasi menjadi fondasi penting bagi anak untuk berkembang di berbagai bidang pembelajaran.
“Literasi adalah fondasi utama bagi anak untuk belajar dan mengejar cita-citanya. Sulit membayangkan bagaimana seorang anak dapat bertahan di mata pelajaran lain jika ia belum mampu mencerna informasi dari apa yang ia baca,” ujar Reybi dalam keterangannya.
Program di Maros ini merupakan kelanjutan dari pilot project Literasi Anak Negeri yang sebelumnya dijalankan di SDN 1 Malaka, Lombok, Nusa Tenggara Barat bersama BRI Peduli.
Baca juga: KAI Daop 7 Pastikan Operasional KA Kembali Normal Usai Gangguan di Pasarsenen
Dalam program percontohan tersebut, sebanyak 41 siswa mengikuti pembelajaran selama empat bulan melalui 48 sesi. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan kemampuan membaca siswa.
Jumlah siswa yang mencapai kategori “Lancar dan Paham” meningkat dari 0 persen pada awal program menjadi hampir 60 persen di akhir pelaksanaan. Sementara siswa pada level awal membaca, seperti tahap huruf, kata, dan dasar, turun dari 31,7 persen menjadi nol persen.
Pemilihan Kabupaten Maros dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi literasi di Sulawesi Selatan, hasil Rapor Pendidikan, serta aspek keterjangkauan wilayah.
Adapun SDN 159 Tekolabbua dipilih berdasarkan capaian rapor literasi sekolah, rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, serta kesiapan sekolah dalam menjalankan kolaborasi program.
Dalam pelaksanaannya, DUN menerapkan metode Teaching at the Right Level yang telah disesuaikan dengan kondisi lokal.
Melalui pendekatan ini, siswa akan dikelompokkan berdasarkan kemampuan membaca aktual, bukan berdasarkan usia atau jenjang kelas, sehingga proses pembelajaran dapat lebih tepat sasaran.
Selain pembelajaran literasi, DUN bersama BRI Peduli juga akan memperkuat lingkungan belajar melalui renovasi koridor baca di SDN 159 Tekolabbua.
Perbaikan tersebut mencakup pembenahan area membaca sekaligus pengadaan 100 buku bacaan yang telah dikurasi sesuai kebutuhan siswa sekolah dasar.
“Kami merasa optimistis karena semua pemangku kepentingan menunjukkan keterbukaan dan semangat untuk berkolaborasi. Ini menjadi tanda baik bagi keberlanjutan program ke depan,” kata Reybi.
Program Literasi Anak Negeri di SDN 159 Tekolabbua dijadwalkan berlangsung selama empat bulan dengan total 48 sesi pembelajaran yang digelar tiga kali dalam sepekan dengan durasi masing-masing 1,5 jam.