9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Indonesia Hari Ini, Semua Bakal Mendarat di Bandara Soetta
Tiara Shelavie May 24, 2026 01:34 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah sempat ditahan militer Israel, sembilan warga negara Indonesia (WNI) dijadwalkan tiba di Tanah Air hari ini, Minggu (24/5/2026). 

Seluruhnya dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Minggu sore, setelah melewati proses pemulangan dari kawasan Timur Tengah.

Sembilan WNI yang terdiri aktivis dan jurnalis ini, sempat ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza pada Senin-Selasa (18-19/5/2026) waktu setempat.

Beberapa hari kemudian, mereka berhasil dibebaskan pada Kamis (21/5/2026).

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi sembilan WNI telah bebas dan masih proses pemulangan. 

Setelah keluar dari wilayah Israel, para WNI menuju Istanbul, Turki. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke Indonesia. 

Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla tersebut, dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Minggu sore.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Yvonne Mewengkang, mengatakan para WNI akan terbang dari Istanbul, Turki.

"Para WNI dijadwalkan tiba hari Minggu sore," kata Yvonne, Jumat (22/5/2026).

Hal senada juga disampaikan Juru Bicara II Kemlu RI lainnya, Vahd Nabyl Mulachela.

"Sembilan WNI akan tiba pukul 15.30 WIB,” kata kepada Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: 9 WNI Bebas dari Israel, DPR Minta Pemerintah Berikan Pendampingan Psikologis

Pemerintah Kawal Pemulangan WNI

Kementerian Luar Negeri akan terus mengawal proses pemulangan para WNI hingga tiba selamat di Indonesia.   

"Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke Tanah Air dengan selamat," kata Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam konferensi pers pada Kamis malam, kemarin.

Atas kejadian yang dialami para WNI ini, pemerintah juga mengecam perlakuan Israel terhadap para relawan selama masa penahanan.

Kemlu RI melalui Direktorat Perlindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia.

 WNI DITANGKAP ISRAEL - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 sudah tiba di Istanbul, Turki, setelah sebelumnya ditangkap oleh militer Israel di perairan Siprus, Mediterania Timur, Senin (18/5/2026). Ketibaan mereka disambut oleh Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, Darianto Harsono. (Tangkapan layar Instagram Menlu RI)

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah memberikan pendampingan psikologis secara menyeluruh kepada sembilan WNI tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai pengalaman penangkapan dalam misi kemanusiaan dipastikan meninggalkan tekanan fisik maupun psikologis yang tidak ringan bagi para WNI.

Oleh karena itu, menurutnya, Komisi I DPR RI mendorong pemerintah untuk tak hanya memastikan kepulangan mereka dengan aman, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis.

"Pendampingan ini mencakup dukungan emosional, konseling profesional, serta pemulihan sosial agar para WNI dapat mengatasi trauma, memulihkan rasa aman, dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh kepercayaan diri," ucap Dave saat dihubungi, Sabtu (23/5/2026).

Sebagai informasi, penangkapan terhadap aktivis dan jurnalis Indonesia terjadi saat kapal Global Sumud Flotilla berupaya menembus blokade Israel untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza.

Namun, perahu-perahu mereka dibajak oleh militer Israel saat tengah berlayar di perairan internasional dekat Siprus, berjarak sekitar 250 mil laut dari lepas pantai Gaza.

Saat itu, terdapat sembilan aktivis dan jurnalis yang ditangkap Israel di kapal-kapal Global Sumud Flotilla, Termasuk Andi Angga, delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama Rumah Zakat.

Kemudian, Thoudy Badai seorang jurnalis Republika, Rahendro Herubowo jurnalis dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho jurnalis dari TV Tempo. 

Baca juga: WNI yang Ditahan Israel Akui Kena Banyak Pukulan dan Tendangan: Tapi Tak Sebanding dengan Palestina

Selengkapnya, daftar nama sembilan WNI yang ditangkap Israel:

  1. Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef 
  2. Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk 
  3. Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk 
  4. Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk 
  5. Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize 
  6. Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro 
  7. Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro 
  8. Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1 
  9. Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Danang Triatmojo, Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.