SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Di Kota Batu, titik penjualan dan hewan kurban yang dijual saat momen Iduladha 2026 mengalami penurunan.
Tahun lalu, penjual hewan kurban di Kota Batu berjumlah 20 titik, baik di lapak pinggir jalan maupun peternakan, sementara tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno mengatakan, penurunan disebabkan karena kondisi ekonomi yang terjadi saat ini.
“Jumlah titik serta jumlah ternak yang dijual tahun ini di Kota Batu mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya."
"Itu dikarenakan kondisi ekonomi, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat yang menurun,” kata Hendry Suseno kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (24/5/2026).
Penyebab lain yang membuat penjualan hewan kurban tak sebanyak tahun lalu, menurut Hendry, juga disebabkan karena harga ternak yang cenderung naik jelang Idul Kurban dibandingkan hari biasa.
Baca juga: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Periksa Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026
Berdasarkan data dari Distan KP Kota Batu, jumlah titik pemotongan tahun 2025 mengalami penurunan dibanding tahun 2024.
Kondisi serupa juga terjadi pada jenis kurban hewan sapi yang dipotong di tahun 2025 lalu jumlahnya turun dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun 2024 jumlah titik pemotongan ada sebanyak 391 lokasi. Tahun 2025 turun jadi 353 titik."
"Sedangkan untuk jumlah hewan kurban, tahun 2024 sapi sebanyak 909 ekor, kambing 1699 ekor, domba 2060 ekor."
"Sementara tahun 2025 sapi turun jadi 732 ekor, kambing naik jadi 1862 ekor dan domba 2062 ekor,” jelasnya.
Terlepas dari naik turunnya jumlah titik dan hewan kurban di Kota Batu, Hendry menjelaskan pihaknya telah melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban yang akan dijual untuk Iduladha 2026, bersama dengan Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto beserta dokter hewan.
Selain itu, pada bulan Februari hingga April lalu Distan KP juga telah menyebar sebanyak 10 ribu dosis vaksin untuk kambing, domba dan sapi untuk mencegah adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Awal pekan kemarin kami baru sempat berkeliling ke sembilan titik tempat penjualan hewan kurban baik di lapak pinggir jalan maupun di peternakannya langsung."
"Awal pekan ini kami akan kembali keliling lagi,” pungkas pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu itu.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kota Batu Berjenis Limosin dengan Bobot 1,2 Ton