Harga TBS Sawit Anjlok, Apkasindo Bengkulu Desak Pemerintah Kendalikan Harga TBS
Hendrik Budiman May 24, 2026 01:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Setelah harga sawit turun selama beberapa hari berturut-turut di sejumlah pabrik kelapa sawit, kini Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Bengkulu meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Bengkulu Jon Simamora mengatakan, 

“Kami dari Apkasindo Bengkulu melihat, sejak pidato Presiden Prabowo untuk mengambil ekspor CPO di bawah BUMN, menimbulkan dampak tak terduga terhadap petani kelapa sawit,” kata Jon Simamora saat dihubungi TribunBengkulu.com, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat adanya tanda-tanda harga TBS akan kembali membaik. Bahkan, harga sawit di tingkat pabrik masih terus mengalami penurunan setiap hari.

“Kondisi yang terjadi sampai saat ini, tanda-tanda harga TBS untuk membaik belum ada sinyalnya,” ujarnya.

Hingga kini belum ada langkah konkret yang benar-benar dirasakan petani untuk mengatasi anjloknya harga sawit.

Baca juga: Harga TBS Sawit Anjlok, DPRD Bengkulu Siap Awasi Perusahaan CPO

“Kami juga belum melihat ada langkah konkret yang diambil oleh pemerintah,” ungkapnya.

Ia menyebut, pihaknya mendapat informasi bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melakukan rapat untuk menelusuri penyebab penurunan harga TBS sawit masyarakat.

Namun, menurutnya langkah tersebut belum cukup untuk menenangkan para petani di lapangan.

“Informasinya memang Pemprov Bengkulu melakukan rapat untuk menelusuri penyebab penurunan harga TBS masyarakat. Jadi kami melihat tindakan dari Pemprov ini belum ada yang bisa menenangkan petani di lapangan,” jelasnya.

Pasalnya, hingga saat ini harga TBS sawit disebut masih terus mengalami penurunan dari hari ke hari.

“Karena setiap hari harga TBS terus turun,” katanya.

Pemerintah segera mengambil langkah pengendalian harga sawit agar kondisi tidak semakin merugikan petani.

“Kami menghimbau kepada pemerintah agar bisa mengendalikan harga TBS, karena harga CPO saat ini masih tinggi. Kebutuhan CPO juga meningkat,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi harga TBS yang rendah saat ini tidak sebanding dengan tingginya permintaan dan harga CPO di pasar.

“Sangat tidak manusiawi jika harga TBS yang merupakan sumber dari CPO justru rendah,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.