AWAL Mula ASN di Lampung Tewas Ditembak, Sempat Cekcok Soal Utang, Korban Nyambi Jual Ayam Geprek
Septrina Ayu Simanjorang May 24, 2026 02:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Awal mula Aparatur Sipil Negara (ASN) Dedi Kristian Agung (40) di Lampung tewas ditembak.

Dedi dan pelaku berinisial D sempat cekcok soal utang.

Diketahui korban nyambi jual ayam geprek.

Baca juga: Pesta Pernikahan Berdarah di Tanjung Priok, Ibunda Pengantin Ditusuk Mantan Suami di Atas Panggung

Dedi berkerja di Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Lampung Tengah.

Insiden ini terjadi di Jalan Khair Brass, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 19.50 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa insiden berdarah ini bermula dari keributan antara korban dan pelaku yang kemudian berlanjut hingga ke pinggir jalan.

Baca juga: Polantas Menyapa di Sosopan, Satlantas Polres Labusel Ajak Sopir Utamakan Keselamatan Berkendara

"Keributan berlanjut hingga ke pinggir jalan," kata Yuni, Minggu (24/5/2026).

Dalam situasi yang memanas tersebut, korban sempat memukul kepala pelaku sambil menantangnya untuk menembak. 

Merespons tantangan itu, pelaku langsung mengeluarkan benda yang diduga senjata api dari tas kecil yang dibawanya.

ASN DITEMBAK - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Lampung Tengah, Dedi Kristian Agung (40), tewas setelah ditembak oleh seorang pria berinisial D. Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Khair Brass, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 19.50 WIB (IST/TribunLampung.com)

Pelaku kemudian melepaskan tembakan yang tepat mengenai pelipis kanan korban, hingga membuat korban langsung ambruk di badan jalan.

"Setelah itu, pelaku juga menembakkan senjata tersebut dua kali ke udara sebelum melarikan diri," ujar Yuni.

Melihat suaminya terkapar, istri korban, Vita Lestari, sempat melakukan tindakan nekat dengan berupaya merebut senjata api dari tangan pelaku. 

Namun, upaya tersebut gagal. Pelaku justru mengancam akan menembak Vita, sebelum akhirnya kabur dari lokasi kejadian menggunakan sepeda motor.

Baca juga: KRONOLOGI Kecelakaan Anggota DPR RI Gus Hilman, Mobil Tabrak Dump Truck, Dua Penumpang Tewas

Pasca-kejadian, korban langsung dievakuasi ke RS Mardi Waluyo Kota Metro, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ahmad Yani. 

Berdasarkan hasil CT scan, proyektil peluru diketahui masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak korban.

"Sekitar pukul 23.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis," jelas Yuni.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Baca juga: Polres Labuhanbatu Tangkap Residivis Pengedar Sabu di Labura, Amankan Barang Bukti Narkoba

Pihak kepolisian menegaskan akan memburu dan menindak tegas pelaku, serta mendalami asal-usul kepemilikan senjata api ilegal yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

Kantongi Identitas Pelaku

Polisi telah mengantongi identitas pelaku penembakan terhadap seorang pedagang ayam geprek, Dedi Kristian Agung (40) di Kota Metro yang diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan korban yang sehari-hari berdagang ayam geprek tersebut meninggal dunia setelah ditembak seusai terlibat cekcok terkait persoalan utang.

“ASN D yang nyambi dagang ayam geprek di Kota Metro tersebut meninggal dunia setelah ditembak seusai cekcok soal utang,” kata Yuni, Minggu (24/5/2026).

Yuni menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Khair Bras, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, tepatnya di depan sebuah tempat cucian mobil. 

Saat kejadian, korban diketahui tengah duduk bersama sejumlah rekannya di lokasi.

Baca juga: Polres Labuhanbatu Tangkap Residivis Pengedar Sabu di Labura, Amankan Barang Bukti Narkoba

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku datang untuk menagih utang kepada korban. 

Namun, percakapan di antara keduanya memicu ketegangan hingga berujung cekcok mulut.

“Lokasi korban yang berdagang ayam geprek tersebut tepatnya di depan sebuah tempat cucian mobil,” ujar Yuni.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku datang untuk menagih utang kepada korban,” lanjutnya.

Ketegangan yang terjadi di lokasi diduga memicu tindakan penembakan yang menyebabkan korban mengalami luka tembak di bagian kepala. 

Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian pada Sabtu (23/5/2026) malam.

Saat ini, tim gabungan dari Polda Lampung dan Polres Metro masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya telah diketahui penyidik.

“Peristiwa ini sedang kami tangani secara serius dan tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata Yuni.

Mantan Kapolres Metro itu menegaskan, aparat kepolisian juga masih mendalami keterangan para saksi serta menunggu hasil autopsi untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta di lapangan,” ujarnya.

 

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.