Jerit Pedagang Hewan Kurban di Kota Batu saat Transaksi Mengalami Penurunan Jelang Iduladha 2026
Eko Darmoko May 24, 2026 02:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Penjualan hewan kurban jelang Iduladha 2026 di Kota Batu memperlihatkan tren yang mengecewakan.

Para pedagang hewan kurban mengaku, dagangan sapi maupun kambingnya tahun ini justru lebih sepi dibanding tahun lalu.

Menurut Kabul, pedagang hewan kurban di Jalan Sultan Agung Kota Batu, lantaran sepi pembeli ia tak berani mengambil atau kulakan kambing dari peternak dalam jumlah yang banyak.

“Biasanya dua pekan jelang Iduladha itu mulai ramai yang beli, ini sudah seminggu sebelum hari H masih sepi."

"Makanya saya tidak berani kulakan banyak, hanya beberapa saja."

"Kalau habis baru ambil lagi. Tahun lalu juga sepi soalnya,” kata Kabul kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (24/5/2026).

“Semua lapak nyaris sepi. Makanya yang jualan tahun ini tidak sebanyak dulu,” tambahnya.

Baca juga: Ekonomi Melemah, Transaksi Hewan Kurban di Kota Batu saat Iduladha 2026 Mengalami Penurunan

Terkait sepinya pembeli, lanjut Kabul, diperkirakan karena kondisi ekonomi lesu yang kini tengah menjerat masyarakat.

Sehingga jumlah yang berkurban juga menurun.

“Ya mungkin karena apa-apa naik. Akhirnya banyak yang memilih untuk menyimpan uangnya,” ujarnya.

Sejatinya segala upaya untuk menarik pembeli telah dilakukan Kabul.

Selain menjual kambing dengan harga yang masuk akal yakni mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 8,5 juta, ia juga menyediakan layanan gratis ongkir hingga nitip gratis sampai hari H penyembelihan.

“Iya, kami menyediakan penitipan dan pengiriman gratis."

"Jadi pembeli bisa beli sekarang tanpa memikirkan mau ditaruh mana sampai penyembelihan,” jelasnya.

Kabul tak memungkiri, pada Iduladha 2026 harga hewan kurban mengalami kenaikan lantaran beberapa faktor.

Salah satunya karena harga pakan yang naik dan memberatkan peternak.

“Selain itu kualitas kambing yang saya ambil dari Blitar ini juga lebih bagus."

"Jadi lebih mahal dibanding tahun lalu,” terangnya.

Sedangkan terkait kondisi kesehatan hewan kurban yang dijual, ia memastikan seluruh hewan kurbannya dalam kondisi sehat karena telah dilakukan sidak oleh Pemkot Batu beberapa waktu lalu.

“Aman dan sudah langsung dipastikan oleh Pak Plt Wali Kota Batu (Heli Suyanto) yang kemarin datang dengan dinas serta dokter hewan untuk cek,” pungkasnya.

Sementara itu pembeli asal Kota Batu, Abah Paimin menuturkan, meski kondisi ekonomi kini tengah lesu dan lemah, pihaknya tak mengurungkan niat untuk berkurban.

Itu dilakukan karena selama satu tahun ini ia menabung agar bisa membeli satu ekor kambing untuk disembelih pada Iduladha 2026.

“Kalau bicara ekonomi sedang turun ya tidak akan pernah kebeli hewan untuk berkurban."

"Ini hubungannya dengan niat. Dan memang sudah saya niati benar,” tutur Paimin.

Dalam memilih kambing kurban, kakek berusia 80 tahun itu melihat langsung kondisi kesehatan hewan, termasuk usia yang ditetapkan, dan memiliki fisik yang baik.

“Yang penting cukup umur, tidak sakit atau cacat dan dibeli dengan uang yang halal, serta paling penting harus ikhlas,” ucapnya.

Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kota Batu Berjenis Limosin dengan Bobot 1,2 Ton

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.