Ribuan Pelari Ramaikan Jogja Run D-City 2026, Padukan Olahraga dan Promosi Budaya
Yoseph Hary W May 24, 2026 03:02 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Gelaran Jogja Run D-City (JRDC) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian acara Jogja Financial Festival (JFF) resmi dimulai pada Minggu (24/5/2026). Ribuan pelari tampak sangat antusias dengan berdatangan ke venue acara di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak pukul 04.00 WIB pagi. 

Tak hanya warga negara Indonesia, terlihat pula beberapa Warga Negara Asing (WNA) yang turut meramaikan ajang tersebut. 

Membelah Kota Pelajar

Rute perlombaan lari ini didesain mengambil jalur yang membelah Kota Pelajar yang sarat akan keindahan dan budaya, sehingga mampu menawarkan pengalaman seru yang mengombinasikan lari sehat dengan wisata cuci mata bagi para pesertanya.

Sebelum perlombaan benar-benar dimulai, para peserta terlebih dahulu melakukan sesi pemanasan dan peregangan yang dipandu langsung oleh seorang instruktur. 

Acara kemudian resmi dimulai dengan prosesi flag off yang dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, pebasket Denny Sumargo, Mario Lawalata, hingga Augie Fantinus. Sebelum bendera start diangkat, Taufik Hidayat menyempatkan diri memberikan pesan moral. 

"Tapi ingat, jangan memaksakan diri, harus mengenal kondisi diri juga," pesan Taufik Hidayat 
kepada para pelari.

Secara teknis, peserta lari diberangkatkan dari titik start sekaligus finish di GIK UGM dengan jadwal pukul 05.30 WIB untuk kategori 10K dan pukul 05.45 WIB untuk kategori 5K.

Hadiah

Khusus untuk kategori 10K, perlombaan ini berformat race run konvensional dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah yang ditentukan murni berdasarkan waktu finis tercepat. 

Untuk kategori pria dan wanita, juara pertama berhak membawa pulang hadiah Rp 25 juta, juara kedua Rp 15 juta, dan juara ketiga Rp 10 juta. 

Persaingan sengit langsung terlihat sejak awal lomba. Berdasarkan pantauan Tribun Jogja di lokasi, peserta pertama di kategori 10K sudah menyentuh garis finis pada pukul 05.59 WIB. Pelari pria yang mengenakan dengan nomor dada 1763 itu tiba dengan catatan waktu 30:09. 

Sekira pukul 06.00 WIB, tiga pelari kategori 10K lainnya tampak menyusul tiba di garis finis.

Format berbeda diterapkan pada peserta kategori 5K Fun Run. Di kelas ini, pemenang ditentukan berdasarkan kreativitas, bukan dari catatan waktu finis. Panitia telah menyiapkan hadiah jutaan rupiah yang bisa dibelanjakan sesuka hati untuk dua kategori pemenang, yakni Best Costume dan Best Social Media Post. 

Tampil kreatif

Konsep ini berhasil menarik antusiasme peserta untuk tampil sekreatif mungkin, salah satunya adalah Bagus Setiawan. Bagus tampil berbeda dari peserta pada umumnya dengan mengenakan kostum adat Suku Dayak. 

Bagus mengatakan bahwa ia memakai kostum Dayak Landak, Kalimantan. Terkait alasannya mengenakan atribut tersebut, ia mengaku sangat menyukai kebudayaannya meskipun bukan warga asli sana, dan menambahkan bahwa kostum tersebut ia buat sendiri. 

Bagus juga tidak mempermasalahkan kendala fisik saat berlari menggunakan kostum tersebut, meskipun ia menyebutkan bahwa penggunaannya lumayan susah serta terasa berat di bagian kepala dan kaki.

Ia sangat berharap bisa keluar sebagai pemenang kostum unik mengingat perjuangannya menempuh perjalanan darat yang cukup jauh. 

"Saya dari Pasuruan, Bromo, Jawa Timur. Berangkat hari Jumat (22/5/2026) naik motor sendirian," katanya.

Daya tarik pelestarian budaya Nusantara juga ditampilkan oleh pelari asal Jakarta Timur, Barnabas Harriyantolahama. Pagi-pagi ia sudah bersiap di area GIK UGM dengan mengenakan setelan pakaian adat Jawa berupa baju lurik lengkap dengan blangkon di kepalanya, berbeda drastis dari kebanyakan pelari yang memakai kaus standar olahraga. 

Ia mengaku sengaja datang jauh-jauh ke Jogja untuk merasakan pengalaman perdana mengikuti event lari di Kota Gudeg. 

Barnabas mengatakan bahwa alasannya mengenakan pakaian adat Jogja adalah untuk meningkatkan kreativitas berolahraga sambil mengangkat unsur kebudayaan, serta menegaskan bahwa ia akan tetap memakai pakaian tersebut saat berlari dan tidak akan melepasnya.

Barnabas pun menyimpan harapan besar agar acara ini bisa terus berkembang. Ia juga berharap ke depannya acara ini tidak hanya kembali diadakan di Jogja, tetapi juga dapat merambah ke Jakarta dan daerah luar kota lainnya.

Penampilan Ndarboy Genk 

Seusai berlari, seluruh peserta di GIK UGM langsung dihibur oleh penampilan spesial dari grup musik lokal Ndarboy Genk yang membawakan karya-karya terbaiknya. Lebih lanjut, Jogja Run D-City 2026 ini merupakan satu kesatuan dari rangkaian besar Jogja Financial Festival yang berlangsung pada 22-24 Mei 2026 di Jogja Expo Center. 

Festival tersebut tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menghadirkan berbagai agenda edukasi dan hiburan, seperti Business Talks dan Financial Class. 

Panggung hiburan utama di festival ini turut dimeriahkan oleh acara stand up comedy hingga penampilan musik dari Ndarboy Genk, Juicy Luicy, dan Ari Lasso. Selain itu, pengunjung juga dimanjakan dengan program hiburan populer seperti Silet Open Up dan Lapor Pak yang menghadirkan deretan pelawak papan atas, mulai dari Kiky Saputri, Wendy Cagur, Surya Insomnia, hingga Andre Taulany.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.