Warga Ungkap Aktivitas Markas Penipuan Online di Sukoharjo: Ramai dari Pagi hingga Malam
Tri Widodo May 24, 2026 03:13 PM

 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Markas komplotan penipuan online jaringan internasional digrebek Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah.

Aktivitas penipuan online yang banyak menyasar warga Amerika Serikat itu ternyata dari ruko yang ada di Ir. Soekarno, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. 

Baca juga: Penampakan Markas Penipuan Online Internasional, Ada di Kwarasan Sukoharjo

Baca juga: Sindikat Penipuan Proyek KDMP Rp1,2 M di Boyolali Dibongkar! Pelaku Ngaku dari Perusahaan Ini

Warga sekitar menyebut, aktivitas ruko tiga lantai itu cukup sibuk setiap harinya. 

Hanya saja, warga tak ada yang menyangka, atapun curiga dengan aktivitas di dalamnya. 

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aktivitas di ruko itu berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Banyak kendaraan karyawan terparkir di halaman depan setiap hari.

“Di depan itu sudah penuh kendaraan karyawan. Tidak ada customer keluar masuk, ya seperti kantor biasa saja,” ujarnya saat ditemui, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, ia tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang dilakukan di dalam ruko tersebut.

Selama ini, warga hanya mengira bangunan itu digunakan sebagai kantor administrasi.

“Saya tidak tahu digunakan untuk apa, saya kira kantor administrasi atau semacam itu,” katanya.

Warga mengaku baru mengetahui adanya dugaan aktivitas ilegal setelah aparat kepolisian bersama petugas Imigrasi melakukan penggerebekan pada Rabu (20/5/2026) pagi.

Ia mengungkapkan pernah menanyakan aktivitas perusahaan yang berada di ruko tersebut dan mendapat jawaban tempat itu merupakan kantor konsultan trading.

“Saya juga tidak tahu itu kantor apa. Pernah saya tanya katanya konsultan trading,” ungkapnya.

Ia menuturkan, aktivitas para pekerja berlangsung cukup panjang, bahkan hingga malam hari.

“Aktivitasnya dari pagi sekitar pukul 08.00 sampai 23.00 WIB,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah pekerja di kantor tersebut cukup banyak, terdiri dari warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).

Beberapa WNA bahkan disebut tinggal di dalam ruko tersebut.

“Kalau yang WNI biasanya pulang, tapi sebagian WNA ada yang tidur di situ,” katanya.

Polda Jateng Bongkar Penipuan Online

Sebelumnya, Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah membongkar jaringan penipuan online internasional bermodus pig butchering yang beroperasi di Sukoharjo.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 38 tersangka yang diduga terlibat dalam penipuan investasi kripto palsu dengan target korban warga negara asing. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.