Niat Salat di Musala, Pria yang Terpengaruh Efek Ngelem Ini Malah Mencuri Motor usai Menemukan Kunci
Torik Aqua May 24, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kelakuan seorang pria yang nekat mencuri motor usai menemukan kunci di sebuah musala.

Padahal pria itu mengaku berniat untuk menunaikan salat.

Namun niatnya berubah saat menemukan kunci yang tergeletak.

Hal ini diungkap oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan.

Di hadapan pelaku, Luthfie hanya bisa geleng-geleng kepala ketika mendengarkan keterangan dari tersangka curanmor, inisial SA.

Baca juga: Kunci Masih Menempel, Motor Warga Sampang Digasak Maling, Bermula dari Jenguk Adik di Ponpes

Tersangka membawa kabur sepeda motor merek Honda Scoopy Stylish warna abu-abu, dengan nomor polisi L 3048 CBI, milik pemuda inisial NRS (24), asal Simokerto, Surabaya, Senin (27/4/2026), sekira pukul 17.30 WIB.

Kendaraan itu dipakai orang tua korban untuk melaksanakan salat Magrib, lalu diparkir di samping Musholla Nur Ilahi, Jalan Kenjeran.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram miliknya, luthfie.daily, Jumat (22/5/2026), suasana kocak sempat mewarnai interogasi terhadap pelaku berusia 21 tahun, warga Kelurahan/Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya tersebut.

Proses interogasi pelaku dilakukan langsung oleh Kombespol Luthfie.

Saat itu, SA awalnya berniat salat, dan berdalih menemukan sebuah kunci sepeda motor di dalam ruang wudu.

“Saya niat awalnya mau salat, terus mau wudu, nemu kunci sepeda motor,” ucap SA.

Mendengar keterangan dari pelaku, Kombespol Luthfie kemudian menimpalinya dengan pernyataan unik.

“Kamu awalnya mau salat, lah sudah bagus. Terus pas wudu ada kunci. Di sampingnya kunci ada iblis dibisikin. Daripada salat, maling motor aja, gitu? Salat, maling, salat, maling, yang menang maling,” tutur Kombespol Luthfie.

Usai menemukan kunci sepeda motor, pelaku selanjutnya menekan tombol kunci dan mengarahkan ke banyak sepeda motor yang saat itu terparkir di mushola.

“Saya cari yang bunyi ternyata sepeda motornya bagus. Setelah itu saya jual buat beli HP,” kata SA.

Usut punya usut, sepeda motor korban dijual oleh pelaku ke seseorang di kawasan Gembong, dengan harga Rp500.000.

Kombespol Luthfie kembali bertanya aktivitas SA usai melakukan tindak kejahatan tersebut.

“Habis itu saya salat beneran pak di rumah teman. Salat di musala tidak jadi,” kata SA.

“Ngapusi (bohong). Magrib kan sebentar waktunya. Kamu ambil motor, terus kamu jual, ya habis waktunya. Salat apa, Magrib atau Isya,” jawab Kombespol Luthfie.

Pelaku berdalih mencuri lantaran terkena pengaruh aktivitas ngelem.

Ia menyebut baru pertama kali menjalani aksi curanmor.

SA juga mempraktikkan gaya perilakunya ketika ngelem.

Menurutnya, ada sensasi tersendiri setelah melakukan aktivitas tidak wajar itu.

“Rasanya nge-fly kayak melayang-layang, bumi kayak berputar. Sesudahnya langsung lapar. Saya kapok pak,” tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.