Galih dan Geri Dinobatkan sebagai Duta Bahasa Lampung 2026
taryono May 24, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) Galih Widhia Putra dan alumni Universitas Lampung (Unila) Geri Melda Rina terpilih sebagai Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 dalam malam final yang digelar di Balai Keratun, Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (23/5/2026) malam.

Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Lampung Rima Ulfayanti, yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung Muhammad Muis, mengatakan Galih dan Geri ditetapkan sebagai pemenang terbaik I ajang Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026.

“Juri menetapkan Galih Widhia Putra dan Geri Melda Rina sebagai peserta terbaik Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026,” kata Rima, Minggu (24/5/2026).

Rima berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal bagi keduanya untuk terus berkarya, menginspirasi generasi muda, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebahasaan dan kesastraan di Provinsi Lampung.

Menurutnya, Duta Bahasa Lampung diharapkan mampu menjadi pelopor generasi muda dalam melestarikan bahasa Lampung, mencintai bahasa Indonesia, serta menguasai bahasa asing sebagai jendela dunia.

Dalam ajang tersebut, para finalis diuji oleh dewan juri yang terdiri atas Koordinator Humas BPHKM Universitas Lampung M. Safik Eka Saputra, pendiri Komunitas Payungi Dharma Setyawan, Direktur Utama Just Speak Indonesia Fadlan Satria, Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Lampung Hasnawati Nasution, serta pemenang terbaik I Duta Bahasa 2025, M. Azra Lilam Putra dan Putri Ayu Lestari.

Peserta menjalani wawancara yang mencakup kemampuan berbicara di depan publik, bernalar kritis, penguasaan bahasa Indonesia, serta bahasa Inggris. Selain itu, peserta juga diuji terkait pemahaman dan tanggung jawab sebagai duta bahasa.

Rima menjelaskan, pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung menjadi ruang bagi lahirnya generasi muda yang peduli terhadap bahasa, sastra, dan literasi.

“Saya percaya seluruh finalis duta bahasa merupakan anak-anak muda terbaik yang memiliki semangat menjaga martabat bahasa Indonesia,” ujarnya.

Panitia sebelumnya melaksanakan sejumlah tahapan seleksi. Pada seleksi administrasi, sebanyak 189 peserta dinyatakan lolos. Jumlah tersebut kemudian menyusut menjadi 76 peserta pada tahap Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Dari proses tersebut, terpilih 20 finalis terbaik Duta Bahasa Lampung 2026.

Rima mengatakan para finalis juga menjalani persaingan ketat melalui program krida duta bahasa. Dalam program itu, para finalis menghadirkan berbagai inovasi kreatif untuk pelestarian bahasa Lampung.

Beberapa di antaranya berupa permainan menyusun kata beraksara Lampung, aplikasi berbasis Meta AI di WhatsApp yang berfungsi sebagai kamus bahasa Lampung, penyediaan informasi budaya Lampung, hingga kartu aksara Lampung bagi penyandang tunanetra.

Menurut Rima, produk krida tersebut menjadi bentuk nyata pelestarian bahasa Lampung melalui media yang kreatif dan inovatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan di era digital saat ini.

“Bahasa yang digunakan di media sosial tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan karakter, etika, dan kualitas generasi bangsa,” kata Ganjar.

Mantan aktivis HMI itu menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendukung berbagai program pembinaan bahasa, sastra, dan literasi bagi generasi muda.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pola pikir, dan budaya masyarakat.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.