Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Aktor sekaligus komedian senior Azis Gagap menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung.
Hal itu disampaikan pria bernama asli Muhammad Azis itu saat menyambangi Lampung.
Azis Gagap menghadiri kegiatan dialog bersama Ketua Relawan MBG, sejumlah mitra MBG di Lampung, serta anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Sabtu (24/5/2026) malam.
Menurut Azis, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar terkait mekanisme, manfaat, hingga tantangan dalam pelaksanaan program MBG agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Jangan sampai informasi yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Program ini juga menjadi bagian dari edukasi sosial, sehingga masyarakat perlu memahami bagaimana mekanisme dan manfaatnya,” kata Azis.
Sebab, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki dampak sosial yang cukup besar.
Azis juga meminta para pemangku kepentingan, termasuk wakil rakyat, lebih aktif menjelaskan perkembangan program kepada masyarakat melalui berbagai media.
Menurut dia, sosialisasi tidak cukup dilakukan di satu tempat saja, melainkan harus diperluas agar informasi mengenai program MBG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Selain itu, Azis menyoroti keterlibatan relawan dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Ia menyebut para relawan yang direkrut sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar dan mendapatkan pembekalan sebelum bekerja.
“Tidak semua relawan langsung memahami tugasnya. Mereka diberikan teori dan praktik, bagaimana bekerja dengan baik, memahami alat, sampai menjaga kebersihan fisik maupun mental saat bekerja,” ujarnya.
Azis mengaku melihat antusiasme tinggi dari para relawan, khususnya kalangan ibu rumah tangga yang kini memiliki kesempatan untuk terlibat dalam program tersebut.
“Banyak ibu-ibu yang antusias. Ini menjadi peluang bagi mereka yang sebelumnya mungkin sulit mendapatkan pekerjaan di tempat lain,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menilai keberadaan dapur MBG berpotensi membantu menekan angka pengangguran karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar.
“Kalau satu dapur saja bisa melibatkan puluhan orang, bayangkan jika jumlah dapur semakin banyak. Ini tentu bisa membantu membuka lapangan pekerjaan, meski mungkin tidak menyelesaikan semuanya,” sambung Azis.
Meski demikian, Azis berharap program MBG terus diperbaiki dan dijalankan secara optimal agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.
Ia menegaskan, yang paling penting adalah masyarakat memahami tujuan program serta memperoleh manfaat nyata dari pelaksanaannya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)