POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Belitung Timur mengeluarkan imbauan kepada seluruh jajaran manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Belitung Timur, Minggu (24/5/2026).
Mereka secara tegas meminta agar pihak korporasi tidak memanfaatkan situasi perubahan regulasi saat ini untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan menekan hak ekonomi para petani lokal.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua DPD APKASINDO Belitung Timur, Lim Surya Wiguna menyikapi penurunan drastis harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dalam beberapa hari terakhir.
"Kami mengimbau dan memohon agar PKS yang ada di Beltim untuk tidak memanfaatkan situasi saat ini untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan menurunkan harga pembelian TBS petani jauh di bawah harga penetapan provinsi," ujar Lim.
Lim menjelaskan bahwa penurunan harga beli TBS yang diberlakukan oleh sejumlah pabrik saat ini dirasa sangat janggal dan tidak berpihak pada keadilan ekonomi.
Sebab, Lim mengatakan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar nasional sebenarnya terpantau masih berada di tren yang aman.
"Kita ketahui saat ini harga tender CPO di tingkat pusat itu sebenarnya masih stabil di kisaran Rp 15.000 per kilogram," ucapnya.
Lim menduga kondisi ini dipicu oleh kepanikan pasar menyusul adanya rencana pemberlakuan kebijakan baru terkait mekanisme ekspor dari pemerintah pusat.
Kementerian terkait bersama BUMN PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dijadwalkan akan segera memulai sistem pemberlakuan eksportir satu pintu secara bertahap pada 1 Juni mendatang.
Lim mengatakan esensi utama dari kebijakan satu pintu sebenarnya adalah langkah strategis negara untuk menekan berbagai potensi kebocoran pendapatan negara akibat praktik curang dari pihak-pihak terkait.
Namun, hal ini sayangnya justru dijadikan celah bagi sebagian pihak untuk memotong harga beli di tingkat petani swadaya secara ekstrem.
"Penurunan drastis harga sawit di Belitung Timur dalam beberapa hari ini telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit di pihak petani sawit kita," ungkap Lim.
Oleh karena itu, APKASINDO Beltim mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kondusifitas sosial di Belitung Timur agar tidak terjadi gejolak di lapangan.
Hal tersebut sangat krusial mengingat sektor perkebunan kelapa sawit saat ini telah menjadi satu di antara urat nadi utama dan tulang punggung perekonomian di wilayah Beltim.
Terakhir, APKASINDO memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat yang ditunjukkan oleh jajaran eksekutif dan legislatif di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mereka dikabarkan akan segera memanggil seluruh pihak terkait dan manajemen PKS dalam waktu dekat guna mendiskusikan masalah ini.
"Kami sangat mengapresiasi tanggapan cepat dari Gubernur dan Ketua DPRD Babel yang akan segera memanggil para pihak untuk mengatasi permasalahan ini," tutupnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)