Barcelona akhirnya menegaskan dominasinya di Eropa dengan meraih gelar Liga Champions Wanita keempat pada Sabtu malam, setelah dua gol dari Ewa Pajor dan dua tambahan dari Salma Paralluelo memastikan kemenangan 4-0 atas Olympique Lyon di Oslo. Bagi Pajor, ini adalah final keenamnya, setelah kalah di lima kesempatan sebelumnya. Namun, pemain internasional Polandia itu akhirnya berhasil mengangkat trofi UWCL yang selama ini luput darinya, sekaligus menjadi bintang utama dalam laga bersejarah tersebut.
Lyon gagal manfaatkan awal yang kuat
Lyon, yang kini dilatih oleh mantan pelatih Barca Jonatan Giraldez, memulai laga dengan baik di Norwegia dan sempat mengira telah unggul di menit ke-14 ketika Lindsey Heaps bereaksi paling cepat di dalam kotak penalti untuk menyambar bola muntah hasil sundulan Wendie Renard yang ditepis kiper. Namun, VAR kemudian menganulir gol tersebut karena Heaps telah berada dalam posisi offside sebelum mencetak gol.
Penyelamatan gemilang Cata Coll terhadap upaya awal Renard menjadi yang pertama dari serangkaian aksi penting yang ia lakukan sepanjang malam. Salah satu momen terbaik datang tepat sebelum jeda babak pertama, saat Selma Bacha melepaskan tendangan bebas melengkung melewati pagar hidup Barcelona, tetapi kiper Spanyol itu bergerak cepat ke sisi gawangnya untuk menepis bahaya.
Itu menjadi salah satu sorotan dari babak pertama di mana Lyon berhasil menahan ritme permainan Barcelona dengan pressing tinggi, namun tim Catalan tetap mampu menciptakan peluang meski belum tampil dalam performa terbaiknya. Alexia Putellas sempat melepaskan tembakan yang melenceng tipis setelah kerja sama apik dengan Caroline Graham Hansen, sementara percobaan lob Ewa Pajor terhadap Christiane Endler juga meleset tipis. Tanda-tanda kebangkitan itu menjadi sinyal positif bagi juara Spanyol tersebut, yang kemudian tampil lebih tajam di babak kedua.
Pajor dan Paralluelo bawa Barca menuju kejayaan
Hanya sepuluh menit setelah babak kedua dimulai, Barcelona akhirnya memetik hasil dari peningkatan performa mereka ketika Pajor membuka keunggulan. Patri Guijarro merebut bola lepas di area pertahanan sendiri dan melakukan penetrasi brilian untuk memimpin serangan, sebelum mengirimkan umpan kepada Pajor yang menyelesaikan peluang dengan tenang setelah kontrol pertama yang sempurna.
Lyon mencoba merespons dan sempat menciptakan dua peluang berbahaya, pertama melalui tendangan Vicki Becho yang dengan sigap ditepis Coll ke luar lapangan, dan kemudian saat pemain pengganti Tabitha Chawinga berhadapan satu lawan satu dengan kiper, namun kembali gagal menaklukkan Coll. Di antara dua peluang itu, Pajor mencetak gol keduanya pada menit ke-69, memastikan Barcelona unggul jauh. Pertahanan Lyon lengah ketika Salma Paralluelo bereaksi paling cepat terhadap bola silang Esmee Brugts, mengirimkan umpan matang untuk Pajor yang dengan mudah menggandakan golnya dan memastikan trofi Liga Champions akhirnya menjadi miliknya.
Paralluelo kemudian menambah penderitaan Lyon di menit ke-90 dengan tembakan keras ke pojok atas gawang, menutup malam sempurna bagi Barcelona. Tak berhenti di situ, saat Lyon berusaha mencari gol hiburan di masa tambahan waktu, Barcelona melancarkan serangan balik cepat, dan kali ini Paralluelo kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Pajor dan dengan dingin menaklukkan Endler.
Pembalasan manis setelah kekecewaan
Setelah tampil mengecewakan di final Liga Champions tahun lalu ketika kalah 0-1 dari Arsenal, kemenangan ini menjadi bentuk balasan sempurna bagi Barca yang menutup musim dengan torehan quadruple luar biasa. Banyak keraguan menyelimuti tim Catalan di awal musim karena keterbatasan finansial yang membuat mereka hanya merekrut satu pemain tim utama pada bursa transfer musim panas, sementara lima pemain lainnya hengkang.
Kedalaman skuad mereka jauh dari tim-tim besar Eropa lainnya, ditambah lagi dengan cedera yang menimpa pemain kunci seperti Aitana Bonmati, yang hanya bisa tampil dari bangku cadangan setelah absen lima bulan. Oleh karena itu, tanggung jawab besar berada di pundak pemain bintang seperti Pajor dan Putellas, serta para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka. Clara Serrajordi, gelandang 18 tahun, kembali tampil impresif di Oslo setelah dipercaya menjadi starter, sementara Aicha Camara juga mendapat menit bermain di penghujung laga untuk membantu mengamankan kemenangan.
Setelah sebelumnya memastikan gelar Liga F, Supercopa de Espana, dan Copa de la Reina, trofi Liga Champions menjadi pelengkap sempurna bagi Barcelona yang menutup musim dengan catatan gemilang.
Lyon butuh respons cepat setelah kegagalan
Bagi Lyon, hasil ini menjadi kekecewaan tersendiri. Klub yang memegang rekor sebagai peraih gelar terbanyak dalam sejarah UWCL itu kini sudah empat tahun tanpa trofi Eropa. Beberapa pihak sempat memprediksi mereka akan tergeser oleh klub-klub besar lain seperti Barcelona, namun Lyon tetap kompetitif dan bahkan dijagokan banyak pihak untuk menjuarai turnamen ini sebelum musim dimulai. Di bawah asuhan Giraldez pada musim pertamanya, Lyon tampil konsisten dan hanya terpaut satu kemenangan lagi dari treble domestik.
Namun, kurangnya efektivitas di depan gawang serta penampilan luar biasa Cata Coll menjadi perbedaan utama pada malam itu. Skor akhir memang tidak mencerminkan betapa ketatnya pertandingan berlangsung dalam waktu lama, tetapi Barcelona tampil jauh lebih klinis dibandingkan juara delapan kali tersebut.
Lyon perlu segera bangkit dari hasil ini karena mereka akan menghadapi Paris FC pada Jumat mendatang di final Ligue 1 Wanita untuk mempertahankan gelar juara Prancis. Sementara itu, pesta di Barcelona baru saja dimulai. Dengan dua laga liga tersisa dan gelar sudah di tangan, tim Catalan menutup musim dengan empat trofi spektakuler yang menegaskan status mereka sebagai tim terbaik di Eropa.