TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo – Seekor sapi milik peternak asal Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk Hari Raya Idul Adha 2026.
Sapi jenis limosin bernama Ronggo Waseso itu memiliki bobot mencapai 1,2 ton dengan umur 2,5 tahun itu dibeli dengan harga Rp100 juta.
Pemilik sapi, Dedy Rekta Andoko, mengaku bersyukur dan bangga karena sapi ternaknya dipilih sebagai hewan kurban presiden dan jadi satu-satunya sapi yang terpilih di Probolinggo setelah melalui seleksi panjang dan ketat oleh Dinas Peternakan.
"Memang ada seleksi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Probolinggo, dari seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Semua dicek, baik dari segi kesehatan maupun berat badan," kata Dedy, Minggu (24/5/2026).
" Alhamdulillah yang terpilih sapi kami yang pernah juara kontes di Jember, bernama Ronggo Waseso dengan berat 1,2 ton," imbuh Dedy.
Sebelum dibeli orang nomor satu di Indonesia itu, menurut Dedy, sapi jenis simental itu dibeli saat berusia sekitar 18 bulan dan kini telah berumur 26 bulan. Selama masa perawatan, pertumbuhan bobot sapi meningkat sangat signifikan.
"Sekitar enam bulan lalu bobotnya masih 870 kilogram dan alhamdulillah sekarang tembus di angka 1,2 ton sampai akhirnya terpilih sebagai hewan kurban bapak Presiden," ungkapnya.
Perawatan sapi Ronggo Waseso ini, lanjut Dedy, dilakukan secara intensif, mulai dari pemberian pakan, vitamin, hingga pemeriksaan kesehatan rutin.
"Pemberian vitamin sangat intensif oleh dokter hewan adik saya. Kesehatan sapi, baik kondisi tubuh maupun fisiknya juga selalu dibantu oleh dokter," terangnya.
Sementara Dokter Hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Dandi Narindra Prabowo mengatakan, perawatan sapi jenis simental memang membutuhkan perhatian khusus dibanding jenis sapi lainnya.
"Untuk perawatan sapi simental, khususnya sapi yang ditumbuhkan menjadi sapi jumbo, memang perawatannya berbeda dengan sapi lain. Dari segi pakan, perawatan mandi, kebersihan kandang, hingga vaksinasi wajib dilakukan secara rutin," jelas Dandi.
Terutama untuk vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) menjadi kewajiban karena Indonesia masih belum sepenuhnya bebas dari penyakit tersebut.
"Vaksinasi PMK dan LSD wajib karena Indonesia sendiri belum bebas dari PMK. Untuk sapi di kandang sini sudah tervaksin semua, jadi aman," ujarnya.
Sementara proses seleksi sapi kurban presiden, menurut Dandi, berlangsung sekitar satu bulan. Tim dari dinas melakukan pendataan dan pengecekan langsung ke kandang-kandang peternak yang memiliki sapi berukuran jumbo.
"Seluruh data sapi jumbo yang ada di Kabupaten Probolinggo, didata terlebih dahulu, kemudian diseleksi satu per satu. Jadi kami datang ke tiap kandang yang memiliki sapi jumbo," pungkasnya.
(Ahsan Faradisi/TribunjatimTimur.com)