Pernah Dibui Kasus Hutan Lindung Andi Dodi Calon Ketua Hanura Sulbar: Tak Ngaruh ke Persepsi Publik
Ilham Mulyawan May 24, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Andi Dodi Hermawan dipastikan menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Barat (Sulbar).

Andi Dodi merupakan mantan terpidana kasus alih fungsi hutan lindung yang pernah menjeratnya pada 2023. Ia dijebloskan ke penjara karena kasus yang menjeratnya tersebut.

Baca juga: DPP Hanura Soroti Kecilnya Perolehan Suara di Sulbar Hingga Kader Suka Nyelonong Tanpa Koordinasi

Baca juga: Papan Larangan Tangkap Ikan di Tanjung Ngapo Mamuju Bikin Geger, Hanya Penduduk Desa Dungkait Bisa?

Ketika ditanyakan perihal kasus yang pernah menjeratnya, dengan pencalonannya sebagai calon Ketua DPD Hanura Sulawesi Barat, Andi Dodi menyebutkannya sebagai bagian dari takdir dan proses pembelajaran hidup.

Ia optimistis catatan masa lalunya tidak akan menggerus elektabilitas partai, atau memengaruhi persepsi publik terhadap Hanura di Sulawesi Barat.

"Takdir yang tidak bisa saya hindari. Kejadian itu menjadi bahan evaluasi diri saya sendiri," tuturnya.

"Saya yakin, insyaallah (kasus) itu tidak berpengaruh ke partai. Saya tetap optimis mampu membawa Hanura kembali bersaing dengan partai-partai lain di Sulbar dan bergerak merangkul akar rumput," kata Andi Dodi ditemui usai pembukaan Musda IV DPD Hanura Sulbar di Maleo Town Square, Jl Yos Sudarso, Keluruhan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Minggu (24/5/2026).

Andi Dodi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), yang masih menaruh kepercayaan besar kepada dirinya di tengah dinamika yang ada.

Andi Dodi menceritakan, penunjukan dirinya terkesan mendadak karena proses komunikasi dengan DPP berlangsung cepat.

Meski demikian, sebagai kader, ia menyatakan siap mengemban amanah tersebut.

Perolehan Kursi Turun

Tugas berat kini menanti Andi Dodi. 

Pasalnya, perolehan kursi Partai Hanura di Sulbar mengalami penurunan drastis pada pemilu legislatif terakhir.

Ia membeberkan, di tingkat DPRD Provinsi Sulbar, kursi Hanura merosot dari 4 kursi pada Pemilu 2019 menjadi hanya 2 kursi.

Penurunan serupa terjadi di tingkat kabupaten (DPC), dari total 17 kursi di 6 kabupaten, kini Hanura hanya menyisakan 7 kursi.

"Hal itulah yang menjadi tantangan bagi saya di tengah kondisi politik yang sangat fluktuatif dan tidak menentu seperti sekarang. Struktur organisasi yang belum maksimal ini harus dirapikan kembali," kata Andi Dodi.

Untuk mempercepat kerja politik, Andi Dodi langsung menyatukan agenda Musyawarah Cabang (Muscab) 6 DPC serentak, mengingat waktu persiapan yang diberikan DPP hanya dua minggu. (*)

Laporan Wartawan-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.