Amalan Pengganti Shalat Idul Adha Wanita Haid, Ustadz Adi Hidayat Paparkan Tata Caranya
M.Risman Noor May 24, 2026 03:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berdasarkan hasil sidang isbat, pemerintah menetapkan Idul Adha 1477 Hijriah bertepatan 27 Mei 2026.

Penetapan Idul Adha ini seiring ditetapkannya 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada 18 Mei 2026,

10 Zulhijah merupakan Idul Adha yang berarti akan jatuh pada 27 Mei 2026.

Hasil ini kompak dengan ditetapkan PP Muhammadiyah yang sudah jauh hari menetapkan Idul 1447 Hijiriah bertepatan 27 Mei 2026.

Banyak amalan bisa dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha, namun bagaimana jika seorang wanita  sedang haid? Apakah tetap mendapatkan pahala?

Baca juga: Lowongan Kerja RS Pertamina Tanjung Tabalong Kalsel, Tersedia 3 Posisi, Dibuka Hingga 30 Mei 2026

Baca juga: Usaha Penggilingan Padi Milik Fatimah Turut Terganggu Solar Eceran yang Makin Langka di Banjarmasin

Secara syariat, wanita haid dilarang mengerjakan beberapa amal ibadah seperti, shalat, puasa, masuk, masjid, dan memegang mushaf Al Quran.

Merujuk penjelasan Ustadz Adi Hidayat, Rasulullah Saw memberi solusi berupa amalan pengganti shalat Idul Adha bagi wanita haid.

Amalan pengganti tersebut yakni, di momen shalat Idul Adha, wanita haid masih bisa ikut ke masjid untuk sekadar mendengarkan khutbah Idul Adha.

Karena wanita haid dilarang masuk ke dalam masjid, maka wanita haid yang hendak ikut menyimak khutbah Idul Adha bisa menyimak dari halaman luar masjid.

Atau bisa juga pihak takmir masjid menyediakan tempat khusus bagi wanita haid agar bisa mengikut (mendengarkan) berlangsungnya khutbah Idul Adha.

Dan yang demikian itu sudah dicontohkan sejak zaman Rasulullah Saw.

Ustadz Adi Hidayat, Rasulullah Saw memberi solusi berupa amalan pengganti shalat Idul Adha bagi wanita haid.

Amalan pengganti tersebut yakni, di momen shalat Idul Adha, wanita haid masih bisa ikut ke masjid untuk sekadar mendengarkan khutbah Idul Adha.

Karena wanita haid dilarang masuk ke dalam masjid, maka wanita haid yang hendak ikut menyimak khutbah Idul Adha bisa menyimak dari halaman luar masjid.

Atau bisa juga pihak takmir masjid menyediakan tempat khusus bagi wanita haid agar bisa mengikut (mendengarkan) berlangsungnya khutbah Idul Adha.

Baca juga: Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Kotabaru Turun Rp 300, Petani Bingung Atur Biaya Berkebun

Dan yang demikian itu sudah dicontohkan sejak zaman Rasulullah Saw.

"Bahkan nabi dalam sholat yang sifatnya sunnah seperti Idul Fitri dan Idul Adha itu beliau menyediakan tempat untuk perempuan yang tidak sholat ( haid)," jelas UAH dalam video di kanal YouTube Ceramah Pendek.

"Karena yang penting bukan cuma sholatnya, tapi khutbahnya ( Idul Adha) juga penting, jadi syiarnya penting," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.