Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan semangat rukun sama teman dalam beragam ekspresi kreativitas, bakat, dan karya pelajar Indonesia dari berbagai daerah melalui gelaran Pentas Pelajar 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan gelaran tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari festival band pelajar, pemutaran film pendek dan lokakarya, demo komik digital, jajanan pasar, hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya yang sarat nilai kebersamaan, empati, dan persahabatan.

“Poin penting yang menunjukkan kreativitas itu harus melampaui, dan kalian berani keluar dari genre musik aslinya. Itu luar biasa,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan Kemendikdasmen sebelumnya menyelenggarakan Kompetisi Gerak dan Lagu “Rukun Sama Teman” sejak Februari 2026.

Kompetisi tersebut, kata dia, mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh Indonesia dengan melibatkan lebih dari 24 ribu peserta dan lebih dari 3 ribu karya dari 38 provinsi.

Bahkan, lanjutnya, kegiatan tersebut diikuti oleh Sekolah Indonesia Luar Negeri.

Menurutnya, keberanian para pelajar dalam mengaransemen ulang lagu menunjukkan potensi seni dan kreativitas generasi muda Indonesia yang terus berkembang.

“Sebuah kreativitas yang sangat berani. Menurut saya, ini contoh bagaimana anak-anak Indonesia punya potensi seni yang hebat,” imbuhnya.

Melalui gerakan ini, pihaknya tidak hanya mengajak para pelajar untuk membangun solidaritas, semangat kebersamaan, dan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah, namun juga dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kompetisi tersebut, juara pertama diraih oleh SMK Negeri 10 Bandung, juara kedua SMA Negeri 4 Denpasar dan juara ketiga SMA Negeri 1 Pangkalan Bun.

Perwakilan SMK Negeri 10 Bandung Leonel menjelaskan kelompoknya berupaya menghadirkan aransemen yang tidak hanya menarik secara musikal, namun juga mampu menyampaikan pesan lagu secara kuat kepada pendengar.

“Dari liriknya kami ingin menekankan bahwa lagu ini bukan hanya untuk dinyanyikan saja, tetapi juga dihayati dan kemudian dilakukan oleh para pendengar. Hal itu bisa dikemas dengan musik yang gembira, riang, bertempo cepat. Jadi, pendengar bisa lebih menghayati dan mengekspresikan semangat dari gerakan Rukun Sama Teman, untuk kemudian mengimplementasikannya,” kata Leonel.