TRIBUN-MEDAN.COM, LIMAPULUH - Kejadian nahas terjadi di sebuah ruko di Indrapura, Air Putih, Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5/2026) pagi.
Empat orang karyawan toko aksesoris ponsel ditemukan lemas di sebuah kamar yang diduga akibat keracunan emisi gas dari generator listrik atau genset yang dihidupkan saat pemadaman listrik Jumat (22/5/2026) kemarin.
Keempatnya ditemukan oleh pengawas toko yang curiga saat para korban tidak merespon panggilan ataupun pesan singkat dari pengawas.
Baca juga: Fendi Jonathan Bantah PSMS Medan Pakai 9 Pemain Asing di Piala Presiden 2026
Baca juga: Digugat Rp400 Juta Usai Absen Saat Akad, Briptu Alim Temui Keluarga Anisa: Mau Lanjutkan Pernikahan
Baca juga: AWAL Mula ASN di Lampung Tewas Ditembak, Sempat Cekcok Soal Utang, Korban Nyambi Jual Ayam Geprek
Alhasil, Sabtu (23/5/2026) pagi, bersama warga, pengawas toko tersebut mendobrak pintu ruko dan menemukan keempatnya dalam kondisi lemas.
Keempatnya sempat dilarikan kerumah sakit, namun nahas, dua dari empat korban tidak tertolong dan meninggal dunia akibat diduga keracunan gas emisi karbon.
Dari data yang dihimpun tribun-medan.com, dua orang korban meninggal dunia merupakan warga Tebingtinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai.
Korban Rahma beralamat di Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kita Tebingtinggi, sedangkan Adila merupakan warga Desa Gunung Monako, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sedang Berdagai.
Salah seorang warga Jalan DrSutimi, Kota Tebingtinggi, Ahmad saat dihubungi tribun-medan.com mengaku sempat melihat keramaian yang diduga korban Rahma.
"Tadi sempat ada ramai-ramai di sini, jasad korban. Tapi ga lama di Tebingtinggi, kabarnya dibawa ke Binjai kerumah orang tuanya," terang Ahmad, Minggu (24/5/2026).
Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai, Sadarita Purba mengaku sudah memonitor perkara ini.
Baca juga: Listrik Padam 2 Hari, Wakapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan Pastikan Situasi Kondusif
Baca juga: BAKU Tembak di Dekat Gedung Putih, Trump Aman, Pelaku Tewas di Tangan Secret Service
Baca juga: AWAL Mula ASN di Lampung Tewas Ditembak, Sempat Cekcok Soal Utang, Korban Nyambi Jual Ayam Geprek
Menurutnya, korban Adila merupakan tulang punggung keluarga dan meminta agar pemilik toko memberikan perhatian kepada keluarga korban.
"Korban ini merupakan tulang punggung keluarga. Pemilik toko harusnya memberikan perhatian khusus kepada orang tua korban sebagai rasa tanggungjawab moral," kata Sadarita Purba saat hubungi wartawan.
Sedangkan berdasarkan informasi yang dihimpun tribun-medan.com, dua korban lainnya masih dirawat di rumah sakit Bidadari, Batubara untuk mendapatkan perawatan intensif.
(cr2/tribun-medan.com)