Ketum Demokrat AHY Sentil Menteri yang Merasa Lebih Penting, Ingin Lebih Banyak Anggarannya
AbdiTumanggor May 24, 2026 04:09 PM

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung masih adanya ego sektoral antarkementerian dan lembaga di pemerintahan Prabowo Subianto.

Menurut AHY, ego sektoral itu membuat kementerian ini merasa paling penting hingga saling berebut anggaran, padahal tujuan pembangunan pemerintah sama.

“Masalahnya sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi, antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego,” ungkap AHY.

Hal itu dibeberkan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA) di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). 

Adapun tema Munas IKASTARA ke-11 ini, yakni “Connect, Collaborate and Lead the Change”. 

Menurut AHY, tema tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, terutama dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas kementerian.

“Yang paling sering itu ego. Enggak ada yang salah, tapi ‘pokoknya gue dulu. Gue lebih penting. Gue harus lebih banyak anggarannya’. Padahal, tujuannya sama,” sambung dia.

AHY mengatakan, koneksi dan kolaborasi penting agar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media, hingga komunitas dapat berjalan dalam arah yang sama.

“Core-nya ya semangat kita di sini. Kolektif, solution, government, akademik, bisnis, media dan community. atau apapun bentuknya, yang jelas ada tiga hal itu dan saya setuju sekali,”jelas AHY. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ditemui di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ditemui di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna) (Kompas.com)

Menurut AHY, ego sektoral tersebut dapat membuat pembangunan tidak terintegrasi dan akhirnya tidak optimal.

Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung akibat minimnya koordinasi antarinstansi.

“Mungkin di masa lalu ada pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung satu sama lain, mungkin saja karena tidak bicara satu sama lain,” kata AHY.

Selain itu, lanjut AHY, pembangunan bandara besar juga tidak akan optimal apabila akses konektivitas menuju lokasi tersebut terbatas.

“Kita membuat bandara besar, tapi kalau konektivitas menuju ke bandara tersebut masih sangat terbatas, bandara itu sepi menjadi tidak optimal penggunaannya,” ujar AHY. 

Dia juga menyinggung pembangunan sektor pariwisata yang sulit berkembang apabila akses menuju kawasan wisata tidak dipersiapkan dengan baik.

“Membangun sektor pariwisata tapi tidak terjangkau menuju ke sana juga akan sulit untuk bisa sukses dan lain-lain,” ucap AHY.

Karena itu, AHY menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas dalam pengambilan kebijakan.

Menurut dia, kolaborasi diperlukan agar pemerintah dapat menghadirkan kejelasan dan kepastian, termasuk bagi investor.

“Investor kalau datang ingin kejelasan. Nah, sebelum kita jelas di-link dengan negara-negara lain, kita harus jelas di dalam negeri sendiri dulu,” tegas AHY.

AHY juga mencontohkan pentingnya koneksi dan koordinasi antar lembaga saat pemerintah mengantisipasi dampak El Nino terhadap ketahanan pangan.

Dia mengaku sempat menghubungi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meminta penjelasan terkait potensi kekeringan.

Menurut AHY, informasi tersebut dibutuhkan untuk menentukan langkah pemerintah, mulai dari pengelolaan bendungan, irigasi, hingga operasi modifikasi cuaca.

“Oleh karena itu, ketika mendengarkan mungkin hanya 5 menit, tapi saya catat, saya serap, sehingga saya bisa jadikan itu sebagai referensi ketika terjadi kekeringan berkepanjangan, gagal panen. Infrastruktur harus membuat apa? Bendungannya harus diapain? Irigasi primer, sekunder, tersier harus bagaimana?” tutur AHY.

“OMC, Operasi Modifikasi Cuaca harus di-support seperti apa? Dan komunikasi kita ke gubernur, bupati, wali kota seperti apa? Itulah pentingnya connection,”ujar putra sulung Presiden ke-6 RI SBY ini.

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.