TRIBUNPADANG.COM, PESISIR SELATAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mulai mengkaji rencana pemugaran bangunan bersejarah Rumah Cetak Pitih Lengayang di Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang.
Rencana ini bertujuan mempertahankan situs bekas lokasi pencetakan uang perjuangan tersebut sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa.
Asisten Administrasi Umum Setdakab Pesisir Selatan, N. Riswandi meninjau langsung kondisi Rumah Cetak Pitih Lengayang untuk menginventarisasi kebutuhan pemugaran pada Sabtu (24/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pejabat daerah ikut mendampingi, termasuk Inspektur Reva Fauza, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Adril Yesmen, Kepala Diskominfo Wendi Sikumbang, Kepala Kaban Kesbangpol Marzan, serta Wali Nagari Kambang Timur Afriyalmi.
Tim peninjau melihat kerusakan di sejumlah bagian pada Rumah Cetak Pitih Lengayang akibat faktor usia bangunan.
Baca juga: PLN Sebut Penurunan Konsumsi Pagi Hari Percepat Listrik Sumbar Pulih 100 Persen
Berdasarkan catatan dinas, rumah bersejarah ini sempat menerima pemugaran pada tahun 2006 silam, namun kini kembali membutuhkan pemeliharaan lanjutan agar fisik bangunan tidak semakin runtuh.
N. Riswandi menyatakan bahwa peninjauan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.
Bupati menginginkan aset cagar budaya ini tetap terawat dengan baik agar generasi mendatang dapat mempelajari nilai historisnya.
Dari hasil peninjauan, bangunan yang pernah menjadi lokasi pencetakan uang perjuangan pada masa revolusi tersebut terlihat mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Kondisi fisik bangunan yang terus menua membutuhkan perhatian serius agar tidak semakin rusak.
Baca juga: Ibu dan Anak Ditangkap Usai Curi Emas di Padang, Polisi: Keduanya Residivis
Menurut informasi yang diperoleh, rumah bersejarah itu pernah dipugar pada tahun 2006. Namun seiring berjalannya waktu dan faktor usia bangunan, sejumlah bagian kembali mengalami kerusakan sehingga memerlukan langkah pemeliharaan dan pemugaran lanjutan.
N. Riswandi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang menginginkan bangunan cagar budaya tersebut tetap terawat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Bapak Bupati meminta agar dilakukan langkah-langkah tindak lanjut sehingga rumah bersejarah ini tetap terpelihara dengan baik. Karena selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, bangunan ini juga menjadi bagian penting dari perjalanan perjuangan bangsa di daerah ini,” ujarnya dilansir resmi Minggu (24/5/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan kajian teknis terkait bentuk penanganan yang diperlukan, termasuk kebutuhan anggaran dan mekanisme pelestarian sesuai ketentuan yang berlaku terhadap bangunan cagar budaya.
Sementara itu, masyarakat setempat berharap pemugaran dapat segera direalisasikan sehingga keberadaan Rumah Cetak Pitih Lengayang tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah bagi pelajar dan generasi muda.
Baca juga: Ikuti Jejak Semen Padang FC, Persis Solo Terdegradasi ke Liga 2 Meski Menang 3-1 Lawan Persita
Keberadaan rumah bekas lokasi pencetakan uang perjuangan di Koto Pulai selama ini menjadi salah satu bukti sejarah penting di Pesisir Selatan.
Dengan rencana pemugaran tersebut, diharapkan nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas. (*)