TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) seiring fenomena El Nino yang terjadi bersamaan dengan musim kemarau tahun 2026.
Kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda dalam dua pekan terakhir membuat pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing, Yulizae, Minggu (24/5/2026) mengatakan jika mereka telah menyiagakan relawan di seluruh kecamatan untuk mengantisipasi potensi karhutla yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Langkah itu dilakukan sebagai upaya pencegahan dini agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian besar," ujarnya.
Kata Yulizar, setiap kecamatan disiapkan sebanyak 30 relawan yang akan bergerak melakukan pemantauan wilayah rawan kebakaran.
Mereka juga bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar saat musim kemarau.
Selain melakukan patroli, para relawan akan diterjunkan untuk membantu penanggulangan apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.
Keberadaan mereka dinilai penting mengingat luasnya area perkebunan dan lahan kosong di sejumlah kecamatan di Kuansing.
Baca juga: PETI di Areal PT KTBM Kuansing Masih Beroperasi Diam-Diam, Lima Rakit Dimusnahkan Polisi
Ia mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh relawan agar aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait lainnya.
“Relawan juga akan berkoordinasi dengan pemerintahan desa, MPA, TNI, Polri dalam menghadapi potensi karhutla,” ujar Yulizar.
Menurutnya, fenomena El Nino saat ini sudah mulai dirasakan masyarakat Kuansing.
Salah satu tandanya ialah meningkatnya suhu panas ekstrem yang terjadi hampir setiap hari dalam dua minggu terakhir.
Kondisi tersebut membuat vegetasi seperti rumput dan semak-semak cepat mengering.
Jika muncul api kecil saja, kobaran diperkirakan akan cepat merambat terutama di kawasan perkebunan dan lahan gambut kering.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Aktivitas tersebut dinilai sangat berisiko memicu kebakaran besar saat cuaca panas dan angin kencang melanda.
“Mengingat El Nino bersamaan dengan kemarau, kami imbau agar warga tidak membakar kebun atau ladang karena dikhawatirkan akan cepat merambat,” kata Yulizar.
Ia menjelaskan, proses pemadaman karhutla saat musim kemarau jauh lebih sulit dibanding kondisi normal.
Selain medan yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran juga menjadi kendala utama petugas di lapangan.
BPBD Kuansing berharap masyarakat ikut berperan aktif mencegah karhutla dengan segera melapor jika menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.
Dengan keterlibatan semua pihak, potensi bencana karhutla di Kuansing selama musim kemarau 2026 diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.
"Jika warga melihat adanya potensi Karhutla, segera melaporkan ke desa atau Polsek terdekat atau hubungi call center BPBD Kuansing," ujarnya.
( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW )