TRIBUNGORONTALO.COM – Teka-teki di balik kecelakaan tragis yang menimpa rombongan anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi atau yang akrab disapa Gus Hilman, akhirnya mulai menemui titik terang.
Pihak kepolisian membeberkan dugaan kuat yang menjadi pemicu utama insiden maut di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) KM 834, Jawa Timur, pada Sabtu (23/5/2026) sore tersebut.
Faktor kelalaian manusia (human error) berupa kondisi fisik pengemudi yang tidak prima diduga menjadi akar penyebab kendaraan mewah tersebut hilang kendali.
Polisi mensinyalir ada unsur kelelahan hebat yang dialami oleh sang sopir sebelum tabrakan fatal itu terjadi.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Probolinggo Kota, Aipda Muhammad Taufik Rahadian, mengungkapkan bahwa pengemudi mobil Toyota Innova rombongan Gus Hilman diduga kuat mengemudi dalam kondisi mengantuk berat.
Akibatnya, konsentrasi mendadak buyar saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.
"Sopir kendaraan Innova diduga mengantuk atau kurang konsentrasi sehingga kendaraan ke kiri dan menabrak bagian bak belakang sebelah kanan dump truk," ungkap Taufik di Probolinggo, Sabtu (23/5/2026) malam.
Kronologi petaka ini bermula ketika mobil Innova yang dikemudikan oleh Mahrus Ali tersebut bergerak dari arah timur ke barat, tepatnya dari arah Probolinggo menuju Pasuruan.
Di dalam mobil tersebut, Mahrus membawa tiga orang penumpang, yakni Gus Hilman serta dua staf pendampingnya.
Pada saat yang sama, sebuah kendaraan dump truk yang dikemudikan oleh Imam Subekti tengah berjalan searah di lajur yang sama.
Karena kantuk yang tak tertahankan, Mahrus Ali diduga tidak mampu mengantisipasi jarak aman antarkendaraan.
Mobil Innova yang melaju kencang di lajur kanan tiba-tiba bergerak liar ke arah kiri tanpa kendali.
Benturan keras pun tak terhindarkan ketika moncong mobil ringsek menghantam bagian belakang kanan bak truk.
Guna memastikan validitas dugaan tersebut, pihak Satlantas Probolinggo Kota menegaskan tidak akan berhenti pada kesimpulan awal.
Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam dan olah TKP untuk menyusun konstruksi hukum yang jelas terkait penyebab pasti kecelakaan.
Ironisnya, petaka ini terjadi tepat setelah rombongan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyelesaikan agenda kerja yang padat.
Mereka diketahui baru saja bertolak dari Universitas Nurul Jadid Probolinggo setelah menghadiri acara seminar dan rangkaian roadshow.
Diduga agenda yang menyita energi itulah yang membuat stamina sang sopir terkuras habis hingga berujung pada petaka di jalan tol.
Benturan yang sangat keras membuat bodi depan hingga sisi kiri mobil Innova mengalami kerusakan parah hingga tak berbentuk.
Akibat insiden memilukan ini, dua orang staf pendamping Gus Hilman yang duduk di sisi kiri dilaporkan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.
Korban tewas diidentifikasi sebagai Alex Anwaruh (25) dan Adinda Najwa (26).
Sementara itu, Gus Hilman dan sang sopir, Mahrus Ali, dilaporkan berhasil selamat dari maut.
Keduanya hanya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Melansir dari Kompas.com, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu membagikan tips bagi pengendara.
Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.
1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.
2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara
3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.
4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.
5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.
6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.
7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.
8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.
9. Jangan lawan arus.
10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.