Kisah Hasiah, Semangat di Usia 65 Tahun yang Tak  Padam di Kampung Ujung Labuan Bajo
Hilarius Ninu May 24, 2026 04:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES. COM, Tari Rahmaniar 

TRIBUN FLORES.COM, LABUAN BAJO- Di tengah panasnya sinar matahari Kampung Ujung, Labuan Bajo, sosok perempuan lanjut usia tampak sibuk memasarkan dagangannya memanggil para pelintas jalan kaki. 

Hasiah, perempuan berusia 65 tahun yang hingga masih setia berjualan demi tetap produktif dan mandiri. Lapak Hasiah berada di  wisata kuliner pagi kampung ujung tepatnya di depan Waroeng Smokeys Kecamatan komodo jalan Kerapu Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai barat. 

Ketika diwawancarai TRIBUNFLORES.COM, Hasiah mengatakan ia sudah mulai sejak pukul 05.00 pagi menyiapkan dagangannya. Dengan penuh ketelatenan, ia menata berbagai lauk rumahan seperti ikan goreng, ayam goreng, telur, hingga aneka makanan siap santap yang dibungkus rapi menggunakan kertas nasi. 

Ia juga mengatakan aktivitas itu baru berhenti sekitar pukul 16.00 sore, setelah seharian melayani pelanggan yang datang silih berganti.

 

Baca juga: Loka Karya IBSAP di Labuan Bajo Manggarai Barat Dorong Pelestarian Keanekaragaman Hayati

 

 

Meski usianya tak lagi muda, semangat Hasiah tetap konsisten. Dalam sehari, ia bisa memperoleh pemasukan sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu. Hasil itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membuat dirinya merasa tetap berguna.

“Anak-anak memang banyak, tapi mereka juga punya kehidupan masing-masing,” ujarnya, Jumat (22/05). 

Menurut Hasiah, berjualan bukan semata soal mencari uang. Aktivitas itu menjadi cara untuk tetap bergerak, bertemu orang-orang, dan menjaga semangat hidup di usia senja. 
Keteguhan Hasiah menjadi potret nyata perempuan tangguh yang memilih mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada anak-anaknya.

Berdasarkan pengamatan TRIBUNFLORES.COM, lapak Hasiah tampak sederhana namun penuh kehidupan. 

Dibawah  payung merah besar ia daganganya berlindung dari terik matahari. Di atas meja dagangannya tersusun rapi berbagai lauk seperti ikan goreng bumbu, ayam goreng berbumbu, telur, dan makanan lainnya dalam wadah plastik transparan. 

Sementara itu  tampak botol-botol air mineral dingin yang siap dibeli pelanggan.

Hijab Cokelat yang ia kenakan sembari  membungkus pesanan dengan cekatan memancarkan ketekunan dan kelembutan seorang ibu yang sudah lama bergelut dengan kehidupan pasar rakyat.

"Kadang makanan tidak habis, kalau saya liat anak kos di sekitar rumah saya kasih ke mereka. Karena kalau orang rumah sudah bosan dengan masakan saya," ungkapnya. 

 Suasana dibelakang lapak tampakyang rindang dengan pepohonan hijau dania juga menyediakan tempat untuk pelanggan bisa langsung menikmati makanan di tempat nya. 

Hasiah menjadi pengingat bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya. Dari lapak kecilnya di Kampung Ujung, ia menunjukkan arti kerja keras, kemandirian, dan semangat hidup yang menginspirasi banyak orang. (Iar) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.