Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Anggota Komisi III DPD RI, Anna Latuconsina, menanggapi tingginya angka pengangguran di Provinsi Maluku.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, tercatat sebanyak 58.558 orang masih berstatus pengangguran hingga Februari 2025. Dalam satu tahun terakhir, angka tersebut hanya turun sekitar 409 orang.
Anna menilai, Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki peran penting dalam menekan angka pengangguran, salah satunya dengan menghadirkan investasi guna membuka lapangan kerja baru.
“Pemerintah daerah harus mendorong terbukanya lapangan kerja melalui investasi yang masuk,” ujarnya saat diwawancarai di Kota Ambon, Sabtu (24/5/2026).
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Makin Mahal, Saadiah Uluputty Desak Pemerintah Subsidi Avtur
Baca juga: Aksi Komplotan Pencuri di Masohi Plaza Terekam CCTV, Etalase Toko Dibobol
Ia juga menyoroti potensi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja. Menurutnya, setiap kecamatan idealnya memiliki dua hingga tiga dapur MBG agar membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Kalau satu kecamatan memiliki dua sampai tiga dapur, maka sekitar 150 orang bisa bekerja,” jelasnya.
Selain itu, Anna mengajak generasi muda Maluku untuk memanfaatkan perkembangan digital. Ia mendorong anak muda agar lebih kreatif dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, bukan hanya menunggu pekerjaan.
“Banyak ilmu bisa didapat dari ponsel, tinggal bagaimana kita kreatif. Membuka lapangan kerja lebih baik daripada menunggu pekerjaan,” tegasnya.
Ia berharap Pemda terus berinovasi dalam menghadirkan investasi dan program produktif, sehingga peluang kerja semakin terbuka dan angka pengangguran di Maluku dapat ditekan.