Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang pejalan kaki di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, Sabtu (23/5/2026) malam, turut menyeret nasib dua pengendara yang terlibat dalam insiden tersebut.
Seorang pengendara sepeda motor mengalami luka ringan, sementara pengemudi mobil beserta dua penumpangnya selamat tanpa cedera setelah pejalan kaki yang mereka tabrak terpental dari kendaraan lain.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu melibatkan sepeda motor Honda Vario BD-6267-YJ, mobil Toyota Agya BD-1231-BW, dan seorang pejalan kaki bernama Muhammad Muhidin (65), warga Jalan Budi Utomo, Muara Bangkahulu.
Korban meninggal dunia setelah mengalami benturan beruntun.
Namun di balik kecelakaan tersebut, pengendara motor dan pengemudi mobil juga harus menghadapi dampak fisik maupun kerugian material akibat insiden yang terjadi dalam hitungan detik itu.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal Satlantas Polresta Bengkulu, sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Hammam Afkar Yafi (19) melaju dari arah SPBU Rawa Makmur menuju Universitas Bengkulu.
Saat tiba di lokasi kejadian dekat Heri Cell, seorang pejalan kaki diketahui menyeberang jalan dari kiri ke kanan.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, pengendara motor tidak memiliki cukup ruang maupun waktu untuk menghindar.
Baca juga: Kronologi Pemuda di Semelako Lebong Ditemukan Tewas Tak Wajar
Benturan pun tidak dapat dielakkan, tubuh korban terpental akibat hantaman sepeda motor dan masuk ke jalur berlawanan.
Akibat kecelakaan tersebut, Hammam mengalami luka ringan berupa lecet pada kaki kanan serta memar di tangan kanan.
Meski tidak mengalami cedera serius, sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan.
Bodi depan dan samping kendaraan pecah, lampu depan rusak, serta pelat nomor bagian depan terlepas akibat benturan keras.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil Toyota Agya yang dikemudikan Lefi Evti Handayani (27), seorang dosen asal Bengkulu Selatan.
Korban yang terpental ke jalur kanan jalan kemudian jatuh tepat di lintasan mobil yang sedang melaju menuju arah SPBU Rawa Makmur.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Bengkulu Ipda Yantomengatakan, jarak yang sudah sangat dekat membuat pengemudi mobil tidak sempat melakukan pengereman maksimal ataupun menghindar.
“Korban yang sebelumnya tertabrak sepeda motor terpental ke jalur kanan. Dari arah berlawanan datang mobil Toyota Agya. Karena jarak sudah dekat, tabrakan tidak dapat dihindari sehingga pejalan kaki kembali tertabrak mobil tersebut,” jelas Ipda Yanto.
Meski terlibat dalam kecelakaan tersebut, Lefi Evti Handayani dilaporkan tidak mengalami luka.
Begitu pula dua penumpang yang berada di dalam mobil, yakni Selly Evti Ningrum yang duduk di kursi depan sebelah kiri serta Muhammad Giandra yang berada di kursi belakang.
Ketiganya selamat tanpa mengalami cedera sedikit pun.
Namun demikian, mobil Toyota Agya mengalami kerusakan pada bagian bodi depan kanan yang penyok akibat benturan.
Sementara itu, Muhammad Muhidin menjadi korban paling parah dalam kecelakaan tersebut.
Pria berusia 65 tahun itu mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh.
Korban mengalami luka robek pada telinga kiri, dagu, kening, lidah, serta kaki kanan. Selain itu, beberapa giginya patah dan terdapat lecet di bagian tangan maupun wajah.
Akibat luka berat yang dialami, korban akhirnya meninggal dunia.
Kecelakaan tersebut tercatat menimbulkan satu korban meninggal dunia, satu korban luka ringan, dan tiga orang lainnya selamat tanpa luka.