TRIBUNNEWS.COM - Dua tim London yang menuai kesuksesan dalam tiga tahun terakhir di Eropa sedang mengalami kemerosotan untuk berjuang dari degradasi Liga Inggris.
Tottenham adalah juara Liga Eropa satu tahun yang lalu, sementara West Ham jawara Liga Konferensi Eropa pada tahun 2023.
Keduanya kini berada di titik yang sama pada laga pamungkas Liga Inggris yang akan berlaga pada Minggu (24/5/2026) pukul 22.00 WIB. Tottenham melakoni laga kandang melawan Everton, sementara West Ham menjamu Leeds United. Nasib siapa yang lebih baik untuk bertahan?
Sudah 14 musim sejak West Ham berada di luar Liga Inggris (Premier League), sedangkan Tottenham jauh lebih lama sekitar empat dekade silam yang terjadi pada musim 1976/1977 sebelum akhirnya kembali promosi di musim berikutnya.
Degradasi akan menjadi pukulan telak yang bisa dialami oleh kedua tim dari sisi finansial. Dampaknya sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kestabilan keuangan klub.
Satu yang paling terdampak adalah pendapatan dari penyiaran, pertandingan, dan iklan, menurut BBC.
Hal itu juga akan berdampak domino pada transfer, tidak hanya pada kualitas pemain yang dapat dibeli oleh klub, tetapi juga dalam melunasi angsuran tunggakan yang nilainya mencapai 337 juta pounds untuk pemain yang ada saat ini.
Bersama pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire, BBC menguarikan dampak finansial yang signifikan jika Tottenham atau West Ham mengalami degradasi musim ini.
Di Liga Inggris, klub bisa mendapatkan pemasukan hingga 128 juta pounds, sementara di divisi kedua Liga Inggris, Championship hanya 45 juta pound.
Tottenham musim sebelumnya bisa mencapai babak 16 besar Liga Champions, itu artinya ada nominal yang didapat dari setiap pertandingan.
Angkanya bisa mencapai 71 juta pounds dari penyiaran Liga Champions. Sedangkan di Championship, klub tidak akan mendapatkan pemasukan tersebut.
Dari pertandingan Liga Inggris, pemasukan klub ditaksir mencapai 131 juta pounds, setengah lebih banyak daripada pertandingan Championship yang hanya 79 juta pounds.
Sementara dari sisi komersial, klub diperkirakan mendapat pemasukan hingga 279 juta pounds, selisih sekitar 50 juta pounds dengan klub Championships.
Jika ditotal, klub bisa mendapatkan 609 juta pounds dari akumulasi item di atas saat bermain di Liga Inggris dan turut andil di Liga Champions.
Selisihnya jauh dengan Championship yang hanya setengah dari nominal tersebut.
"pada musim 2023/2024, Tottenham menghasilkan rata-rata 84 juta per pendukung per pertandingan, angka tertinggi di Liga Inggris," kata Maguire.
"Angka tersebut akan menghadapi tekanan penurunan yang signifikan, bukan dari ukuran jumlah penonton, tetapi dari apa yang secara realitas dapat dibebankan oleh klub."
"Klien korporat yang membayar harga premium untuk pertandingan kandang melawan Liverpool atau Arsenal kemungkinan tidak akan membayar harga yang sama untuk kunjungan melawan Swansea (klub Championship)," tambahnya.
Maguire juga mengungkapkan bagaimana sponsor kaos dan kesepakatan perlengkapan juga akan berdampak.
"Bagi klub dengan ambisi dan skala finansial seperti Tottenham, degradasi bukan hanya kemunduran olahraga jangka pendek. Ekonomi sepak bola Inggris menjadikan pemulihan sebagai proyek multi-tahun," jelasnya.
West Ham juga akan mengalami dampak yang serupa.
Tidak ada lagi pertandingan tandang ke Anfield, Emirates, atau Old Trafford, mereka akan mengunjungi Community Stadium milik Lincoln City yang hanya berkapasitas 10.669 tempat duduk.
Tim berjuluk The Hammers tersebut bisa mengalami kerugian mencapai 100 juta poun jika degradasi dan potensi pengurangan jumlah karyawan.
"Musim lalu West Ham menghasilkan 228 juta poin, di mana 133 juta berasal dari hak siar, tetapi angka itu bisa turun menjadi 48 juta pounds bahkan dengan pembayaran kompensasi degradasi dan mereka akan kesulitan untuk membebankan harga premium kepada sponsor dan penggemar di hari pertandingan," tuturnya.
Beban gaji yang jauh lebih besar daripada kebanyakan klub Championship juga menjadi kekhawatiran.
"Gaji rata-rata di Championship mencapai 37 juta pounds pada tahun 2025. Gaji West Ham empat kali lipat dari angka tersebut, yaitu rata-rata 75.000 pounds per minggu (per pemain)."
Kapasitas Stadion London yang menjadi homebase mereka dengan kapasitas 62.500 tempat duduk juga termasuk dari beban jika bermain di Championship.
"Biaya sewa stadion yang sekitar 4 juta pound pada musim 2024/2025 mungkin akan turun jika ada klausul degradasi. Namun, ini adalah tempat yang besar, jadi biaya perawatan dan biaya operasional umum akan cukup besar.
Ada juga situasi lain yang memungkinkan para pembayar pajak London harus membayar tambahan 2,5 juta pounds jika West Ham terdegradasi, karena ketentuan pajak sewa mereka untuk Stadion London.
Dari segi finansial, degradasi adalah ancaman nyata dari dampak yang harus mereka terima, entah itu Totttenham ataupun West Ham.
Tottenham memiliki peluang bertahan lebih besar daripada West Ham karena hanya membutuhkan hasil imbang melawan Everton.
Sementara West Ham jika ingin lolos harus menang dari Leeds dan berharap Tottenham kalah dari Everton.
Pertandingan laga pamungkas Liga Inggris yang akan berlangsung malam ini akan digelar serempak mulai pukul 22.00 WIB.
(Tribunnews.com/Sina)