Sambut Rombongan Biksu Tudong, Wali Kota Agustina Wilujeng Puji Toleransi Warga Kota Semarang
rika irawati May 24, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Rombongan biksu tudong Jawa Tengah singgah di Masjid Al Falah, Jalan Kaligawe, Genuksari, Kota Semarang, dalam perjalanan spiritual menuju Candi Sewu, Klaten, menjelang perayaan Waisak, Minggu (24/5/2026).

Kedatangan mereka disambut langsung Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bersama pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta masyarakat sekitar.

Sejumlah warga tampak memberikan makanan, minuman, kepada peserta tudong yang tengah beristirat di depan masjid.

Pada penerimaan biksu tudong ini, Agustina menyinggung keterlibatan lintas agama dalam mendukung perjalanan para biksu tersebut.

"Beliau (blbiksu) ini ternyata yang mengurusi adalah sebagian besar teman-teman dari muslim. Ini contohnya kayak gini, di Kota Semarang," kata Agustina.

Baca juga: Momen Warga Muslim Bawa Air Minta Didoakan Biksu di Ambarawa

Ia juga menyebut, keterlibatan FKUB di berbagai daerah yang dilalui rombongan menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antarumat beragama.

"Teman-teman FKUB kita, timnya itu tadi tidak hanya di tingkat kota, tapi sudah sampai ke tingkat kecamatan," ujarnya.

Menurut Agustina, tantangan menjaga toleransi akan semakin besar seiring perkembangan Kota Semarang.

Meski demikian, ia berharap, hubungan sosial antarwarga tetap terjaga.

"Kita memiliki tantangan yang khusus karena kita menjadi kota yang sangat maju di beberapa tahun terakhir ini."

"Pintu gerbangnya juga sangat banyak dan tantangan toleransi pasti akan semakin tinggi," katanya.

"Tapi, saya percaya, teman-teman FKUB, terutama yang sampai ke tingkat ini yang paling kecil di tingkat kecamatan ini akan mampu bahwa toleransi itu tetap terjaga sampai kapanpun," lanjutnya.

Ketua Panitia, Sundoko menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan pertama tudong tingkat Jawa Tengah berskala nasional.

"Ini diikuti 16 bante dari seluruh Indonesia," kata Sundoko.

Perjalanan biksu tudong itu dimulai dari Jepara pada 20 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 30 Mei 2026 di Candi Sewu, Klaten.

"Untuk rute, nanti Jepara, kemudian Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, lalu Klaten," ujarnya.

Di Semarang, kata dia, rombongan dijadwalkan menginap di Vihara Mahabodhi Semarang, jalan Seroja Timur, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Vihara Avalokittesvara Yayasan Sri Kukus Redjo Gunung Kalong, Ungaran.

Sundoko mengatakan, peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Papua, Medan, Lampung, Mojokerto, Banyumas, hingga Boyolali.

Jumlah peserta juga akan bertambah saat rombongan berada di Semarang.

"Nanti pas di Semarang akan ada satu tambahan bante. Jadi 17," katanya.

Baca juga: GOR Tri Lomba Juang Semarang akan Ditutup Sementara: Proses Perbaikan Lintasan Lari Atletik

Namun, ia menyebut, tiga peserta dijadwalkan kembali sebelum rangkaian kegiatan di Klaten karena harus menjalankan tugas di Medan.

Bawa Pesan Damai

Terkait tujuan perjalanan, Sundoko mengatakan, tudong membawa pesan perdamaian sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak.

"Kita ingin menyebarkan misi perdamaian dan juga kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan dalam rangka menyongsong Hari Raya Waisak," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, perbedaan tudong Jawa Tengah dengan kegiatan serupa yang digelar di Bali.

"Kalau dari Bali itu peserta tudongnya internasional. Kalau kita, nasional," katanya.

Selama perjalanan di jalur Pantura, menurut Sundoko, rombongan lebih banyak menghadapi cuaca panas.

Namun, perjalanan sejauh ini berjalan lancar berkat koordinasi dengan aparat keamanan dan bantuan masyarakat.

"Banyak sekali umat muslim, pokoknya sepanjang jalan banyak memberikan bantuan baik makanan, minuman, dan perlengkapan lain," imbuhnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.