TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Seekor sapi kurban lepas dan kabur sejauh sekitar 5 kilometer setelah memberontak saat diturunkan dari mobil pick up di kawasan Jalan Kopral Ramli, RT 20, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Minggu (24/5/2026).
Sapi tersebut berlari menuju area semak belukar dan akhirnya ditemukan di kawasan Jalan Kebun Kolim, RT 01, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bersama warga kemudian melakukan pengejaran dan penyisiran sebelum akhirnya berhasil mengevakuasi sapi dalam kondisi aman.
Warga yang melaporkan kejadian itu, Parto, mengatakan sapi awalnya baru tiba di lokasi menggunakan mobil pick up untuk persiapan hewan kurban.
Namun, saat proses penurunan berlangsung, banyak anak-anak berkumpul di sekitar kendaraan untuk melihat sapi dari dekat. Kondisi tersebut diduga membuat sapi panik hingga mengamuk dan lepas.
“Waktu diturunkan dari mobil, warga terutama anak-anak ramai mendekat melihat sapi. Mungkin sapinya kaget dan merasa tidak nyaman, lalu memberontak dan lepas,” ujar Parto kepada Tribunjambi.com.
Parto mengatakan sapi berlari cukup kencang meninggalkan permukiman menuju area kebun dan semak di luar kawasan Talang Bakung.
Warga sempat berupaya mengejar, namun kesulitan mengendalikan sapi sehingga akhirnya meminta bantuan petugas damkar.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, membenarkan adanya proses evakuasi tersebut.
Ia mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 10.18 WIB melalui layanan pengaduan damkar. Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.05 WIB.
“Begitu menerima laporan dari warga, personel langsung kami kerahkan ke lokasi. Karena ini hewan lepas dan berpotensi membahayakan warga sekitar, penanganan dilakukan secepat mungkin,” kata Mustari.
Ia menyebut sebanyak delapan personel dari Pleton 3 Mako dan Regu 3 Posyankartan Paal Merah diterjunkan dalam operasi tersebut.
Sementara itu, Danton 3 Mako Damkartan Kota Jambi, Masianto, menjelaskan proses penangkapan berlangsung cukup menantang karena sapi terus berpindah dan masuk ke area semak yang rimbun.
“Setelah tiba di lokasi, kami bersama warga langsung melakukan penyisiran di titik awal sapi terlepas. Kami mengikuti jejak pelariannya hingga kurang lebih lima kilometer,” ujar Masianto.
Menurutnya, tim akhirnya menemukan posisi sapi di kawasan Jalan Kebun Kolim, Desa Tangkit, Muaro Jambi.
Saat posisi sapi terpantau, petugas bersama warga langsung melakukan pengepungan agar hewan tersebut tidak kembali melarikan diri.
“Setelah posisi sapi terpantau, anggota dibantu warga langsung melakukan pengepungan. Kemudian sapi dijerat menggunakan tali pada bagian tanduk hingga berhasil dikendalikan dan dievakuasi dengan aman,” katanya.
Setelah berhasil diamankan, sapi kemudian dinaikkan kembali ke mobil pick up untuk diserahkan kepada panitia persiapan hewan kurban.
Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Efendi (48), warga Jalan Kopral Ramli RT 24, Kelurahan Talang Bakung, mengalami luka di bagian pipi akibat terkena tanduk sapi.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Talang Bakung untuk mendapatkan penanganan medis.
Mustari menambahkan, kendala utama dalam proses evakuasi adalah lokasi persembunyian sapi yang berada di area semak cukup lebat. Selain itu, sapi juga sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Operasi evakuasi berlangsung sekitar 90 menit. Tim kemudian kembali ke markas komando (mako) pada pukul 13.45 WIB.
“Alhamdulillah sapi berhasil diamankan, warga juga turut membantu selama proses pencarian hingga evakuasi selesai,” tutup Mustari.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Jemaah Haji Kloter BTH 24 Asal Sarolangun Jambi Wafat di Makkah