Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luluul
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Insiden ledakan petasan mengguncang Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026) siang.
Peristiwa tersebut menewaskan pemilik rumah, Sarbini (48), yang diduga tengah meracik petasan di dalam rumahnya.
Ledakan petasan ini membuat warga di sekitar rumah korban digegerkan dengan suara ledakan cukup keras.
Saking kerasnya ledakan petasan, suara itu tak hanya terdengar di sekitar rumah Sabirin, melainkan hingga ke desa sekitar.
"Suaranya keras, tak kira serangan nuklir dari Israel, soalnya kan lagi rame itu. Taunya suara petasan meledak. Dari orang-orang terdengar sampai Desa Mangunrejo, Desa Sengguruh juga," kata Ketua RT 9/ RW 1, Desa Jenggolo, Sujarno, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Ledakan Petasan Hancurkan Rumah di Patianrowo Nganjuk, Peracik Alami Luka Bakar 90 Persen
Pascaterdengar suara ledakan, warga berbondong-bondong menghampiri sumber suara.
Tak lain suara ledakan itu berasal dari rumah Sabirin, yang lokasinya kisaran 200 meter dari rumah Sujarno.
Sujarno tak menyangka jika suara ledakan itu berasal dari rumah Sarbini.
Ia mengira jika korban sudah tidak lagi memproduksi petasan ilegal di rumahnya.
Baca juga: Warga Kaget Dengar Ledakan Petasan di Musala Blitar Tengah Malam, Dentuman Terdengar 4 Kali
Sebab, sebelumnya pernah terjadi ledakan serupa. Namun tidak separah kemarin, bahkan higga menewaskan Sarbini dalam keadaan luka bakar di sekujur tubuhnya.
"Ini kejadian kedua kalinya, sebelumnya pernah mungkin 10 tahun lalu, ngebross sampai sebagian rumahnya terbakar," jelasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga sempat menggerebek rumah Sabirin kala itu.
Sebagai Ketua RT, Sujarno pun mengingatkan kepada korban agar berhenti membuat petasan.
Usai diperingati, diketahui korban tak lagi membuat petasan di rumahnya.
Namun tak disangka, pria yang sehari-hari berdagang nasi goreng keliling itu kembali memproduksi petasan.
Hingga akhirnya terjadi ledakan hebat yang merusak bangunan rumah mili Sabirin di bagian belakang.
Diketahui, sehari-hari ia tinggal bersama dengan istri, mertua, dan kedua anaknya.
"Keluarga gak ada yang kena, ada istri, mertua dan, dan anaknya. Mungkin pas kejadian mereka sedang keluar," pungkas Sujarno.
Sebagaimana diketahui, ledakan petasan itu terjadi sekira pukul 11.30 WIB.
Kapolsek Kepanjen, Kompol Subijanto mengatakan pascaledakan, korban sempat dibawa ke RSUD Kanjuruhan, namun 2 jam kemudian ia meninggal dunia dalam perawatan medis.
"Korban mengalami luka bakar disekujur tubuhnya, mulai dari kepala hingga kaki. Di sisi lain rumah korban mengalami kerusakan cukup parah," imbuh Sibijanto.
Sementara itu pihak kepolisian telah melakukan olah TKP hingga penyelidikan termasuk meminta keterangan para saksi.
"Penyidik telah mengirimkan hasil Visum Et Repertum (VER) kepada RSUD Kanjuruhan untuk dilakukan autopsi terhadap korban," jelasnya.
Ia menyampaikan, keluarga tidak menghendari untuk dilakukan autopsi kepada korban.
Keluarga menerima atas meninggalnya korban. Sehingga tindakan yang dilakukan hanya visum luar