TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Seorang pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Lintas Pekanbaru–Duri Kilometer 40, Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak hingga meninggal dunia.
Korban akhirnya dimakamkan oleh warga setempat karena keluarga kandung korban belum ditemukan hingga prosesi pemakaman berlangsung, Minggu (24/5/2026).
Korban diketahui bernama Demagus Siagian. Ia meninggal dunia setelah sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil truck crane BM 8281 EO milik PT Bina Rekayasa Anugrah (BRA), satu di antara banyak subkontraktor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Kecelakaan lalu lintas itu terjadi Sabtu (23/5/2026). Berdasarkan informasi kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.10 WIB.
Mobil truck crane yang datang dari arah Duri menuju Pekanbaru diduga sedang mendahului kendaraan di bahu jalan. Dari arah berlawanan, korban melaju menggunakan sepeda motor hingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras yang terjadi.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Minas untuk penanganan awal. Namun, selama beberapa jam identitas korban belum diketahui.
Baca juga: 2 Tewas dan 7 Terluka Dalam Kecelakaan Tunggal di Tol Permai, Sopir Avanza Diduga Microsleep
Kontraction Superintendent PT BRA, Anggoro, membenarkan kendaraan yang terlibat kecelakaan merupakan unit operasional perusahaan yang sedang membawa material ke lokasi kerja.
“Benar, unit itu milik PT Bina Rekayasa Anugrah. Saat kejadian mobil sedang membawa material untuk kebutuhan pekerjaan di lokasi kerja PT Pertamina Hulu Rokan,” ujarnya.
Ia mengatakan pihak perusahaan menyerahkan proses penanganan kecelakaan kepada kepolisian.
“Saat kejadian saya berada di Duri dan tidak melihat langsung. Kendaraan sudah dievakuasi untuk proses penyelidikan,” katanya.
Sementara itu, karena identitas korban belum diketahui, jenazah sempat disemayamkan di Jambur KM 37 Minas Barat sambil menunggu pihak keluarga ditemukan.
Penghulu Kampung Minas Barat, Riduan, mengatakan masyarakat setempat bergerak membantu proses penanganan korban sejak awal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada RT, RK, tokoh masyarakat dan seluruh warga Minas Barat yang cepat tanggap membantu sejak korban berada di puskesmas hingga proses persemayaman,” ujar Riduan.
Menurut dia, kepedulian warga muncul karena korban tidak memiliki keluarga yang mendampingi saat itu.
“Kami berupaya agar korban tetap ditangani secara layak sembari menunggu pihak keluarga ditemukan,” katanya.
Identitas korban akhirnya terungkap pada Sabtu malam setelah keluarga dari pihak mantan istri korban datang dari Kandis dengan membawa dokumen identitas berupa fotokopi SIM A dan surat nikah.
Mereka juga datang bersama seorang anak laki-laki berusia sekitar 9 tahun yang diketahui merupakan anak kandung korban.
Dari keterangan keluarga, Demagus telah lama berpisah dengan istrinya. Anak korban selama ini diasuh keluarga mantan istrinya di Kandis.
Meski identitas korban akhirnya diketahui, hingga pemakaman berlangsung keluarga kandung korban seperti orang tua maupun saudara kandung belum ditemukan.
Warga bersama tokoh masyarakat dan pemerintah kampung kemudian bergotong royong membantu proses pemakaman korban.
Jenazah Demagus Siagian dimakamkan di pemakaman umum umat Kristiani Kilometer 32 Minas Barat pada Minggu sekitar pukul 11.30 WIB.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)