Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, meminta pihak Pertamina untuk menambah kuota LPG untuk wilayah Manggarai Barat, Jelang High Season pada awal Juni ini.
Penambahan kuota ini dianggap penting agar kelangkaan LPG tidak mengganggu stabilitasi pariwisata Labuan Bajo. Hal tersebut bertujuan mengantisipasi potensi kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjelang musim kunjungan padat wisatawan (high season).
"Langkah ini diambil demi menjaga kenyamanan wisatawan serta stabilitas sektor pariwisata yang menjadi roda penggerak ekonomi di Labuan Bajo," ujar pria yang akrab disapa Hans Sodo itu, Sabtu (23/5/2026).
Pada hari sebelumnya, Jumat (22/5/2026) Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo, telah menyampaikan secara terbuka kepada pihak Pertamina, dalam Rapat Koordinasi LPG Non-Subsidi.
Baca juga: BREAKING NEWS : Dua Wusatawan Asing Jatuh dan Meninggal Dunia di Cunca Wulang, Labuan Bajo
Merespon permintaan dari Pemerintah Daerah Manggarai Barat, pihak PT Pertamina Patra Niaga langsung memberikan sinyal positif. Sales Branch Manager PT. Pertamina Patra Niaga, Muhammad Ali Uraidy, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh stabilitas energi di destinasi pariwisata super prioritas tersebut.
Ia menjamin bahwa pasokan LPG ke wilayah Manggarai Barat akan ditingkatkan secara signifikan.
“Kami siap memberikan (pasokan) lebih dari dua kali lipat dari kuota sebelumnya. Penyaluran tambahan ini akan langsung didistribusikan melalui distributor resmi kami untuk wilayah Labuan Bajo,” ujar Muhammad Ali Uraidy.
Sementara itu, sejumlah agen selaku distributor LPG untuk wilayah Labuan Bajo turut menjelaskan berbagai kendala yang selama ini dihadapi sehingga berdampak pada kelangkaan LPG dan harga yang melambung tinggi di pasaran.
PT. Panji Anugerah Sejahtera (PAS) melalui perwakilannya, Ferdy, menjelaskan bahwa selain karena kuota yang dibatasi, persoalan utama juga terletak pada terbatasnya ketersediaan container khusus pengangkut LPG di Surabaya.
“Pengiriman LPG ini tidak bisa menggunakan container biasa. Harus container khusus yang aman. Dan persediaan container khusus ini terbatas,” jelas Ferdy.
Hal senada juga disampaikan PT. Stevanos Unggul Mandiri (SUM) melalui perwakilannya, Rio Seber. Menurutnya, kendala distribusi dan keterbatasan armada pengangkut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran pasokan LPG ke wilayah Labuan Bajo. (moa)