TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, Fakih (14), korban hanyut di Sungai Batang Merangin, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Minggu (24/5/2026).
Saat Tribunjambi.com berada di lokasi, jenazah korban terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka sebelum dimandikan, dikafani, dan disalatkan di Masjid At Taqwa Desa Pulau Rengas usai Salat Zuhur.
Setelah disalatkan, jenazah langsung dibawa pihak keluarga bersama warga menuju TPU Desa Pulau Rengas untuk dimakamkan.
Prosesi pemakaman dihadiri keluarga korban, Kepala Desa Pulau Rengas Dasrial, Babinsa Kodim 0420/Sarko Susanto, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Merangin Sony Propesma, serta warga Desa Pulau Rengas.
Kepala Desa Pulau Rengas, Dasrial, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban yang hanyut akibat terseret arus Sungai Batang Merangin pada Jumat (22/5/2026) lalu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bungo, BPBD Merangin, SAR MTA Merangin, Babinsa Kodim 0420/Sarko, serta warga Desa Pulau Rengas yang turut membantu proses pencarian korban,” kata Dasrial kepada Tribunjambi.com.
Ia berharap kerja keras seluruh tim dan masyarakat selama proses pencarian menjadi amal ibadah.
“Semoga kerja keras yang dilakukan selama kurang lebih tiga hari tiga malam hingga korban berhasil ditemukan menjadi amal ibadah bagi kita semua,” ujarnya.
Hal senada disampaikan paman korban, Fera. Ia mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses pencarian hingga korban ditemukan.
“Saya mewakili keluarga korban mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah membantu menemukan anak kami,” kata Fera.
Ia mengatakan jenazah Fakih telah dimakamkan di TPU Desa Pulau Rengas dengan bantuan warga Desa Pulau Rengas dan Desa Pulau Rengas Ulu.
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Rengas, Dasrial, mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Batang Merangin agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat dan hujan turun.
Ia juga meminta para orang tua lebih memperhatikan anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran sungai demi menghindari kejadian serupa terulang kembali.
(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)
Baca juga: Warga Pulau Rengas Bertakziah ke Rumah Fakih Usai Korban Ditemukan Tim SAR