Tanggapan Manajemen soal Aksi Suporter Persis Solo Corat-coret Mess Pemain dan Persis Store
Hanang Yuwono May 24, 2026 06:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Direktur Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, memaklumi aksi corat-coret yang dilakukan suporter di Mess Pemain dan Persis Store setelah Persis Solo resmi degradasi.

Ginda juga menyampaikan permohonan maaf karena tim belum bisa memenuhi ekspektasi suporter Persis Solo.

“Kita minta maaf dan menyesal tidak bisa sesuai ekspektasi harapan dari teman-teman khususnya suporter. Ketika bentuk-bentuk kekecewaan itu dituangkan dalam aksi-aksi itu kita masih bisa memaklumi lah,” ungkapnya saat dihubungi Minggu (24/5/2026).

Baca juga: Daftar Calon Lawan Persis Solo di Liga 2 Championship 2026-2027, Mampu Kembali ke Kasta Tertinggi?

Ia memahami kekecewaan suporter dan akan meminta arahan dari jajaran pemilik klub.

Manajemen, kata dia, siap menjalankan langkah apa pun sesuai keputusan owner.

“Kita tahu betapa kecewanya jangankan mereka kita juga tahu. Kita sudah berusaha maksimal tapi faktanya memang hasilnya seperti ini. Kita butuh waktu merenung seperti yang kita sampaikan saya segera melapor ke owner kenapa semua ini bisa terjadi. Apa yang diinginkan untuk langkah selanjutnya kami siap menjalankan apa pun keputusannya,” jelasnya.

Terkait aspirasi suporter agar manajemen segera berbenah dan tidak berlama-lama di Liga 2, ia menyebut semua masukan akan diterima.

“Namanya saran namanya aspirasi tetap akan kita terima. Tapi kan ya kita berusaha. Selama ini pun kita berusaha berbenah. Saya diminta untuk masuk dalam rangka membenah walaupun belum seperti yang diinginkan untuk saat ini. Tapi saya rasa ini saatnya lebih menyemangati supaya kita bisa bangkit kembali,” tuturnya.

Baca juga: Isi Permintaan Maaf Direktur Persis Solo Saestu Usai Laskar Sambernyawa Degradasi, Janji Berbenah

KECEWA. Sesaat setelah Persis Solo terdegradasi dari Super League, sejumlah suporter meluapkan kekecewaannya dengan mencorat-coret Persis Store dan Mess Pemain, Sabtu (23/5/2026) malam. Persis terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
KECEWA. Sesaat setelah Persis Solo terdegradasi dari Super League, sejumlah suporter meluapkan kekecewaannya dengan mencorat-coret Persis Store dan Mess Pemain, Sabtu (23/5/2026) malam. Persis terdegradasi ke Liga 2 musim depan. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Optimistis Bisa Kembali ke Super League

Meski harus turun kasta ke Liga 2, ia menegaskan Persis Solo tetap menargetkan kembali ke Liga 1.

Menurutnya, klub kebanggaan warga Solo ini harus kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia.

“Ini saatnya mengumpulkan data fakta dan berbenah. Pasti. Jelas (tekad untuk ke Liga 1 masih ada). Ini kita bicara bukan hanya sebagai klub tapi identitas kota. Semua stakeholder kita libatkan. Pemerintah pun kita minta komunikasi,” jelasnya.

Manajemen juga berencana membuka komunikasi dengan suporter sebagai bagian dari evaluasi.

“Manajemen akan buka komunikasi awal-awal ini. Ya kenapa tidak (membuka dialog dengan suporter). Mereka adalah pendukung utama kita. Kalau nggak ada mereka bisa apa kita,” terangnya.

Ia pun berpesan agar suporter tidak terlalu lama larut dalam kekecewaan dan tetap memberikan dukungan.

“Ayo kita bangkit. Saya juga suporter. Saya juga memahami terkait di Persis saya bergabung cukup lama. Walaupun sebagai panpel yakinlah saya merasakan kekecewaan kalian,” jelasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.