Faktor Akses dan Jangkauan, Kampus Lokal jadi Pilihan Warga Malinau Kaltara Lanjut Kuliah
Amiruddin May 24, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Keberadaan institusi pendidikan tinggi di daerah, menjadi alternatif utama bagi warga untuk melanjutkan studi vokasi tanpa harus keluar kota.

Selain memangkas beban biaya hidup yang tinggi di luar daerah, jarak tempuh yang dekat memungkinkan para warga tetap menempuh pendidikan formal.

Sebagian besar mahasiswa yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi setempat merupakan kalangan pekerja, yang membutuhkan penyesuaian waktu.

Kondisi ini juga disampaikan seorang lulusan program studi Administrasi Bisnis Politeknik Malinau, Sulastri, yang menyebut institusi daerah sangat membantu warga kelas menengah.

"Sebagai satu-satunya kampus di sini, ini menjadi pilihan utama.

Kebanyakan dari kami yang kuliah adalah pekerja yang tentu mempertimbangkan akses dan biaya yang terjangkau," ujar Sulastri, pada Minggu (24/5/2026).

 

KAMPUS LOKAL - Suasana wisuda lulusan Politeknik Malinau, di Kabupaten Malinau. Faktor biaya dan jangkauan wilayah menjadikan kampus lokal sebagai sarana utama masyarakat menempuh pendidikan. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI)
KAMPUS LOKAL - Suasana wisuda lulusan Politeknik Malinau, di Kabupaten Malinau. Faktor biaya dan jangkauan wilayah menjadikan kampus lokal sebagai sarana utama masyarakat menempuh pendidikan. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

 

Baca juga: Sesuaikan dengan Kebutuhan Lulusan, Tahun Ini Politeknik Malinau Pakai Kurikulum Baru 

Meski unggul dari segi keterjangkauan dan jarak, masyarakat menaruh harapan besar agar sarana pendidikan vokasi di daerah ini terus berbenah secara kualitas.

Usulan yang paling banyak disuarakan warga adalah pemenuhan standar tenaga pengajar yang mumpuni, agar lulusan daerah tetap relevan dengan tuntutan industri.

Merespons masukan tersebut, Direktur Politeknik Malinau, Henri Tetiawadi, mengakui bahwa pihak pengelola menyadari adanya sejumlah keterbatasan sumber daya manusia di internal kampus.

"Kita memahami keterbatasan yang ada saat ini.

Dalam waktu dekat, kami mengupayakan fasilitas bagi para tenaga pengajar untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang S3," ungkapnya.

Satu dari sekian upaya di antaranya akan diupayakan dengan meminta dukungan dari Pemkab Malinau untuk program kerjasama pendidikan.

Ini juga disiapkan untuk rencana penyesuaian kurikulum kampus dalam waktu dekat, serta peningkatam kapabilitas kampus Poltek Malinau melahirkan lulusan berkualitas.

Baca juga: Kisah Sulastri Anak Seorang Petani Lulusan Terbaik Politeknik Malinau, Tenaga Pendidik di SMPN 1

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.