Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT mengajak generasi muda untuk memperkuat literasi pada “World Book Day 2026”.
Ajakan ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Rio Khasananda dalam kegiatan World Book Day 2026 yang berlangsung di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (23/5/2026).
Rio Khasananda mengatakan, membaca merupakan jendela dunia yang mampu membuka wawasan anak-anak terhadap berbagai pengetahuan dan nilai kehidupan.
“Melalui buku, anak-anak dapat menyerap banyak hal baru, memperluas imajinasi, memahami keberagaman, dan membangun sikap empati yang tangguh,” kata Rio.
Baca juga: Bank Indonesia Siapkan 7 Strategi Penguatan Kembali Rupiah Terhadap Dollar AS
Menurut Rio, literasi bukan hanya tentang kemahiran membaca, tetapi juga kemampuan berpikir, berkomunikasi, berkreasi, dan memahami dunia dengan lebih baik.
Pada peringatan World Book Day tahun ini, kata Rio, BI NTT mengangkat tema “Terhubung dengan Literasi, Membangun Komunitas Ramah Masa Depan”.
“Tema ini mencerminkan pentingnya literasi sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat menuju masa depan Indonesia yang adaptif dan berdaya saing,” kata Rio.
Dikatakan Rio, penguatan literasi sejak dini akan melahirkan generasi yang inspiratif, kreatif, dan inovatif.
Karena itu, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.
“Kami percaya bahwa dengan membekali generasi masa depan dengan literasi yang luas, kita dapat menciptakan generasi yang inspiratif, kreatif, dan inovatif,” ujar Rio.
Lebih lanjut, Rio mengatakan, dalam rangka “World Book Day” 2026, BI NTT menghadirkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Yang mana, terdapat berbagai lomba yang digelar mulai dari lomba membuat puisi, lomba menggambar, lomba desain sampul buku, hingga kompetisi robotik sebagai wadah bagi generasi muda menyalurkan ide dan kreativitas mereka.
“Selain program literasi, kami juga memberikan bantuan pendidikan kepada 270 siswa kurang mampu melalui program Generasi Baru Indonesia atau GenBI. Program ini menjadi komitmen kami dalam membina generasi muda agar unggul secara akademik dan memiliki kepedulian sosial,” jelas Rio.
Rio juga menyampaikan, pada puncak kegiatan, peserta akan mengikuti sesi bedah buku bersama Dewi Lestari, penulis Indonesia yang dikenal melalui karya-karya bertema refleksi kemanusiaan dan pencarian makna hidup.
“Kehadiran Ibu Dewi Lestari diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk semakin gemar berliterasi dan berani menuangkan ide-ide besar dalam karya kreatif mereka,” ujarnya.
Rio menegaskan Bank Indonesia berkomitmen dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui program literasi dan pendidikan.
“Kami meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan adalah investasi pada manusia yang kita bangun,” pungkas Rio. (mey)