Persib Juara Bawa Berkah, Pedagang Buah Asal Garut Ini Ketiban Untung Omzetnya Naik Dua Lipat!
Ravianto May 24, 2026 06:30 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tangan Abdul bergerak cepat memotong semangka dan bengkoang di atas gerobak kecilnya. 

Pisau yang dipegangnya sesekali beradu dengan talenan kayu, sementara suara terompet dan nyanyian suporter terdengar bersahutan dari pinggir jalan kawasan Asia Afrika, Kota Bandung. 

Potongan buah segar disusunnya ke dalam plastik bening dan dicampurkan bumbu rujak sebelum diserahkan kepada pembeli yang datang bergantian. 

Satu porsi buah segar dan rujak itu hanya merogoh kocek Rp10 ribu per porsi. Tak heran membuat pembeli antre. 

Cuaca panas saat menunggu rombongan pemain Persib melintasi jalan ikonik itu memang segar untuk dicicipi. 

Keramaian perayaan juara Persib Bandung di kawasan Asia Afrika, Bandung turut membawa berkah bagi pedagang kaki lima.

ROMBONGAN - Rombongan pemain Persib tiba di Pendopo Kota Bandung setelah konvoi, Minggu 24 Mei 2026 menjelang sore.
ROMBONGAN - Rombongan pemain Persib tiba di Pendopo Kota Bandung setelah konvoi, Minggu 24 Mei 2026 menjelang sore. (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Abdul, pedagang buah asal Garut, mengaku sengaja datang lebih pagi untuk berjualan di tengah ramainya bobotoh yang memadati pusat kota.

“Dari jam 4 subuh sudah siap-siap,” ujar Abdul saat ditemui Tribunjabar.id, Minggu (24/5/2026). 

Sehari-hari Abdul berjualan di sekitar Universitas Pasundan, Lengkong. Namun ketika ada acara besar seperti konvoi Persib, ia memilih berpindah ke kawasan Asia Afrika karena pembeli jauh lebih ramai.

Menurutnya, momen Persib juara selalu berdampak pada meningkatnya penghasilan pedagang kecil.

Bukan hanya penjual makanan, pedagang atribut dan pakaian pun ikut ramai pembeli.

“Kalau Persib juara mah lebih beruntung. Ekonomi jadi maju, pedagang juga ramai,” katanya.

Dikatakannya, untuk menghadapi lonjakan pembeli, Abdul menambah stok buah yang dibawanya.

 Jika biasanya hanya sekitar lima kilogram, kali ini ia membawa hingga 15 kilogram buah.

“Kalau hari biasa paling lima kilo. Sekarang buah minimal 15 kilo,” katanya.

Buah segar seperti semangka menjadi yang paling banyak dicari warga yang datang menyaksikan konvoi. 

Meski ramai pembeli, Abdul mengaku tidak menaikkan harga dagangannya. 

Ia memilih tetap menjual dengan harga normal.

“Kalau saya sendiri mah enggak naik harga,” ujarnya.

Abdul mengaku pendapatannya saat momen perayaan juara meningkat hampir dua kali lipat. 

Jika biasanya ia memperoleh Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari, kali ini penghasilannya bisa mencapai Rp300 ribu sampai Rp400 ribu.

Tak hanya berdagang, Abdul juga menikmati euforia kemenangan Persib sebagai seorang bobotoh asal Garut.

“Alhamdulillah, ramai pembeli. Ya, mudah-mudahan tahun depan bisa juara lagi," ujarnya. (*)

Baca juga: Tanpa Baju, Gubernur Dedi Mulyadi Sapa Bobotoh di JPO Asia Afrika, Puji Persib Tim Profesional

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.