Tanpa Sebut Israel, Menlu Sugiono Kecam Perlakuan Terhadap WNI Aktivis Kemanusiaan Gaza
Bobby Wiratama May 24, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, kembali mengecam perlakuan terhadap aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang membawa misi kemanusiaan untuk Gaza.

Kecaman itu disampaikan Sugiono saat menyambut kembalinya sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat diintersep dan ditangkap oleh militer Israel.

Meski memberikan kecaman, tidak ada kata Israel yang diucapkan Sugiono.

"Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan, perlakuan yang diberikan kepada saudara-saudara kita, jelas suatu pelanggaran dari hukum internasional. Mereka adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudaranya, saudara-saudara kita yang ada di Palestina."

"Dan kami juga menyampaikan kecaman ini di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei yang lalu, ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan," ungkap Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Singgung Solusi Dua Negara

Pada kesempatan itu, Sugiono mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin.

Mulai dari Presiden Prabowo Subianto, Komisi I DPR RI, pihak GSF, hingga pihak Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Ia juga mengapresiasi seluruh aktivis dan jurnalis Indonesia yang tergabung dalam GSF 2.0.

"Seperti kita ketahui, bahwa perjuangan Palestina dan solusi dua negara yang kita harapkan sebagai solusi adalah merupakan bagian dari perjuangan dan politik luar negeri Indonesia."

"Dan saya kira saudara-saudara kita, rekan-rekan kita ini, memberikan upaya nyatanya dalam rangka mendukung perjuangan tersebut," ungkap Sugiono.

Baca juga: Bendera Palestina dan Spanduk Dukungan Sambut 9 WNI Bebas dari Israel di Soetta

Pekikan 'Free Palestine' Sambut Kepulangan 9 WNI

Sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tiba di Tanah Air melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (24/5/2026).

Berdasar pantauan jurnalis Tribunnews di lokasi pada pukul 16.25 WIB, kesembilan WNI ini tampak didampingi Menlu RI Sugiono serta Direktur Jenderal Imigrasi Kemenimipas Hendarsam Marantoko, berjalan di lorong Bandara Soetta. 

Mengenakan pakaian kaus hitam dibalut kain sorban di leher, senyum tampak terpancar dari kesembilan WNI tersebut. 

Teriakan ‘Free Palestine’ pun menggema di Terminal 3 Bandara Soetta.

Pelukan hangat hingga haru bahagia terlihat saat momen pertemuan tersebut. Senyum bahagian juga terpancar dari keluarga dan kerabat ketika menyambut para relawan kemanusiaan ini.

Para kerabat pun turut membentangkan sepanduk dukungan bertuliskan ‘Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan’, mengkibarkan bendera Palestina hingga membawa mawar merah.

Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:

1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

3. ⁠ Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk

(Tribunnews.com/Gilang P, Fransiskus Adhiyuda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.