TRIBUNNEWS.COM - Sebuah serangan bom bunuh diri mengguncang kota Quetta, Pakistan, pada hari Minggu (24/5/2026).
Adapun ledakan ini terjadi setelah seorang pelaku melakukan aksi bom bunuh diri di dalam kendaraan bermuatan bahan peledak yang berada di dekat jalur kereta api saat sebuah kereta penumpang melintas.
Akibat insiden ini, setidaknya 19 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 70 orang lainnya mengalami luka-luka.
Melansir dari Reuters, bom bunuh diri tersebut memiliki daya ledak yang cukup dahsyat sehingga menyebabkan dua gerbong kereta yang melintas kemudian terbalik dan terbakar.
Ledakan ini kemudian memicu kepulan asap hitam pekat membubung ke udara.
Serangan ini terjadi di lokasi yang biasanya dijaga oleh aparat keamanan.
Ledakan tersebut juga dilaporkan merusak sejumlah bangunan di sekitar lokasi serta menghancurkan lebih dari belasan kendaraan yang terparkir di sepanjang jalan.
Tim medis di rumah sakit setempat menyatakan telah menerima para korban luka, dengan 20 orang di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Tiga pejabat keamanan yang berbicara dengan syarat anonim mengungkapkan bahwa jenazah para korban telah dievakuasi ke rumah sakit segera setelah serangan terjadi.
Baca juga: Pakistan Didorong Lakukan Reformasi Pendidikan sebagai Penentu Arah Jangka Panjang
Beberapa saat setelah serangan tersebut terjadi, Kelompok militan Baloch Liberation Army (BLA), yang selama ini menuntut kemerdekaan dari pemerintah pusat Pakistan, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Dalam pernyataannya, kelompok ini menyebut target mereka adalah gerbong yang membawa personel keamanan pada kereta yang mengangkut penumpang sipil tersebut.
Quetta sendiri merupakan ibu kota Provinsi Balochistan yang selama ini kerap mengalami serangan pemberontakan dari BLA.
Wilayah yang kaya akan minyak dan mineral ini telah lama menjadi lokasi konflik bersenjata, di mana para pemberontak sering menyasar aparat keamanan, instalasi pemerintah, maupun warga sipil.
Juru bicara pemerintah Provinsi Balochistan, Shahid Rind pun mengecam keras serangan tersebut.
“Kami mengutuk keras penargetan serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, kami juga sangat berduka atas hilangnya nyawa manusia yang berharga. Unsur-unsur teroris tidak pantas mendapatkan keringanan hukuman.” ujar Shahid Rind.
Menyusul ledakan tersebut, status darurat medis telah ditetapkan di seluruh rumah sakit di Quetta, dan pihak berwenang telah memulai penyelidikan mendalam atas insiden ini.
Baca juga: Serangan Bom dan Baku Tembak Guncang Pos Militer Pakistan, 8 Tentara Tewas
Kecaman keras disampaikan oleh sejumlah pejabat Pakistan atas serangan tersebut.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyampaikan kecaman kerasnya melalui media sosial X.
Ia menyebut serangan itu sebagai “tindakan terorisme pengecut" dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Menteri Balochistan, Sarfraz Bugti, mengutuk keras serangan di Quetta tersebut.
Bugti juga mengecam tindakan para militan BLA yang telah menargetkan masyarakat sipil tak berdosa, termasuk wanita dan anak-anak dalam serangan tersebut.
"Saya bersumpah akan “memburu” para pelakunya." tutup Bugti dalam pernyataannya.
(Tribunnews.com/Bobby)