Mandi di Sungai saat Listrik Padam, Remaja 15 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam 
Ayu Prasandi May 24, 2026 07:10 PM

TRIBUN-MEDAN.com, DELI SERDANG - Sebuah peristiwa tragis terjadi di kawasan Sungai Lantasan Lama, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (23/5/2026).

Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam setelah bermain dan mandi bersama teman-temannya sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban diketahui berasal dari Desa Patumbak II, Dusun IV, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Remaja tersebut disebut sudah tidak bersekolah dan bukan merupakan warga setempat.

Peristiwa nahas itu bermula ketika korban bersama sejumlah temannya bermain dan melompat dari tebing sungai yang berada tidak jauh dari jembatan gantung.

Aktivitas tersebut disebut memang kerap dilakukan anak-anak di lokasi itu.

Korban dan teman-temannya mandi di sungai karena terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sumatera, sehingga mereka tidak bisa mandi di rumah.

Namun setelah melakukan satu kali lompatan ke sungai, korban tak kunjung muncul kembali ke permukaan air.

Teman-temannya pun panik dan segera meminta pertolongan warga sekitar.

Kepala Dusun II Desa Lantasan Lama, Kecamatan Patumbak, Ardhiansyah Putra Barus mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.00 WIB atau satu jam setelah kejadian.

"Informasi dari masyarakat, ada warga dari sungai datang ke saya melaporkan bahwasannya ada anak-anak hanyut. Setelah mendapat informasi itu, saya dan masyarakat lain berbondong-bondong membantu mencarinya," ujar Ardhiansyah saat ditemui Tribun Medan di kediamannya, Minggu (24/5/2026).

Pencarian yang dilakukan warga sempat mengalami kendala. Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, korban belum juga ditemukan.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang untuk membantu proses pencarian.

Setelah tim BPBD turun ke lokasi, pencarian terus dilakukan.

Dalam proses tersebut, pihak keluarga dan warga juga melibatkan seorang paranormal atau orang pintar yang diyakini dapat membantu menunjukkan lokasi korban.

"Kami cari tahu juga, memang benar kenyataannya ada dia bisa mengetahui. Kami panggil ke bawah untuk melakukan ritual yang dia lakukan. Dengan syarat-syarat yang ditentukannya, kami sediakan," ungkap Ardhiansyah.

Sekitar 15 menit setelah ritual dilakukan, jenazah korban akhirnya ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi awal korban diduga melompat ke sungai, dengan jarak sekitar 10 meter dari titik kejadian.

"Di sana anak-anak itu memang sering terjun-terjun dan lompat-lompatan. Setelah melompat, dia tidak kembali timbul," jelasnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 21.30 WIB.

"Banyak anak-anak mandi di situ. Karena melihat ramai, anak-anak dari desa lain juga ikut mandi di lokasi tersebut," pungkasnya.

(Cr9/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.