Serangan Kereta Militer di Pakistan, Korban Tewas Bertambah Jadi 28 Orang dan 90 Terluka
Eko Sutriyanto May 24, 2026 07:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, PAKISTAN – Ledakan besar mengguncang jalur kereta api di Quetta, Provinsi Balochistan, Pakistan, Minggu (24/5/2026), ketika sebuah kereta yang membawa personel militer beserta keluarga mereka diserang saat dalam perjalanan menuju Peshawar.

Jumlah korban tewas akibat dugaan bom bunuh diri yang menargetkan kereta tersebut dilaporkan meningkat menjadi 28 orang, setelah lima korban luka meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit setempat, menurut sumber kepolisian dan tenaga kesehatan kepada Anadolu.

Sementara itu, jumlah korban luka juga bertambah menjadi 90 orang, dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Menurut sumber keamanan, pelaku bom bunuh diri yang diduga bertindak seorang diri menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke salah satu gerbong kereta saat melintas di kawasan Chaman Pattak, Quetta, menuju kawasan kantonmen militer. Ledakan besar pun terjadi, menghancurkan satu gerbong hingga terguling dari rel.

Para pejabat menyebut daya ledak sangat kuat hingga suaranya terdengar dari beberapa mil jauhnya. Selain personel militer, korban juga berasal dari kalangan warga sipil. Sejumlah rumah di sekitar jalur rel, kaca bangunan, dan beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat gelombang ledakan.

Rekaman video yang beredar di media lokal memperlihatkan warga, aparat keamanan, dan tim penyelamat berupaya mengevakuasi korban dari puing-puing gerbong yang rusak parah. Beberapa korban terlihat berlumuran darah saat dibawa menggunakan tandu menuju ambulans.

Baca juga: Pakistan Didorong Lakukan Reformasi Pendidikan sebagai Penentu Arah Jangka Panjang

Kelompok separatis terlarang Balochistan Liberation Army (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui pernyataan kepada media lokal, dengan menyebut aksi itu dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri yang menargetkan personel militer.

Setelah ledakan, suara tembakan juga dilaporkan terdengar di sekitar lokasi. Namun, belum dapat dipastikan apakah tembakan tersebut berkaitan langsung dengan serangan utama atau merupakan respons aparat keamanan.

Pemerintah setempat langsung menetapkan status darurat di sejumlah rumah sakit di Quetta untuk menangani lonjakan korban. Juru bicara Civil Hospital Quetta menyatakan tim medis disiagakan penuh untuk penanganan darurat.

Asisten Khusus Departemen Dalam Negeri Provinsi Balochistan, Babar Yousafzai, mengatakan pasukan keamanan dan tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan area sekaligus membantu proses evakuasi. Polisi juga masih menyelidiki jenis bahan peledak dan pelaku di balik serangan tersebut.

Seorang pejabat Pakistan menyebut para personel militer dalam kereta itu tengah melakukan perjalanan untuk merayakan Eid al-Adha bersama keluarga mereka.

Balochistan, wilayah kaya sumber daya mineral sekaligus jalur utama proyek China-Pakistan Economic Corridor (CPEC), selama bertahun-tahun menjadi lokasi konflik dan kekerasan yang melibatkan kelompok separatis bersenjata.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengecam keras serangan tersebut.

“Tindakan terorisme pengecut seperti ini tidak akan melemahkan tekad rakyat Pakistan,” tulisnya melalui platform media sosial X.

“Kami tetap teguh dalam komitmen untuk memberantas terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” lanjutnya.

Insiden ini menambah daftar panjang serangan mematikan di Pakistan menjelang perayaan hari besar keagamaan, ketika aktivitas perjalanan masyarakat dan aparat keamanan meningkat signifikan. (Anadolu/Al Arabiya/24 News)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.