TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Suasana emosional menyelimuti Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026), saat sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tiba di tanah air usai dibebaskan dari otoritas Israel.
Di tengah kerumunan penyambut, gitaris Naif, Fajar Endra Taruna atau Jarwo Naif, terlihat berdiri agak menjauh dari pintu kedatangan internasional.
Lelaki berambut panjang beruban itu tampak melipat kedua tangan di dada, sesekali memasukkan tangannya ke saku celana sambil menunggu salah satu relawan, Ronggo Wirasanu, keluar dari area kedatangan.
Pantauan Tribunnews.com di lokasi, ketika Ronggo muncul dari lorong terminal bersama rombongan relawan lainnya, Jarwo dan istrinya langsung menghampiri.
Keduanya kemudian saling merangkul singkat. Jarwo tampak menepuk punggung Ronggo sambil tersenyum.
“Awalnya sering ngobrol bareng, ya sekarang sudah saya anggap saudara,” kata Jarwo saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta.
Jarwo mengaku mengetahui kabar penahanan Ronggo dari sang istri. Sejak itu, ia berharap rekannya bersama delapan WNI lain bisa segera kembali ke Indonesia.
“Kita support dan dukung dia,” katanya singkat.
Kedatangan sembilan relawan itu disambut keluarga, kerabat, hingga simpatisan yang sejak sore memenuhi area Terminal 3.
Mereka membawa spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan”, mengibarkan bendera Palestina, hingga membawa mawar merah.
Teriakan “Free Palestine” beberapa kali terdengar dari tengah kerumunan penyambut.
Baca juga: Tanpa Sebut Israel, Menlu Sugiono Kecam Perlakuan Terhadap WNI Aktivis Kemanusiaan Gaza
Pantauan Tribunnews.com sekitar pukul 16.25 WIB, kesembilan WNI tampak berjalan keluar lorong terminal didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono serta Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko.
Mengenakan kaus hitam dan sorban di leher, para relawan terlihat melambaikan tangan ke arah keluarga yang menunggu sejak siang.
Suasana pertemuan berlangsung hangat. Beberapa anggota keluarga tampak menahan air mata saat akhirnya kembali bertemu setelah hari-hari penuh ketidakpastian di luar negeri.
Kesembilan WNI tersebut tergabung dalam rombongan kapal Global Sumud Flotilla yang berlayar membawa misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Dalam perjalanan, kapal mereka sempat dicegat aparat Israel sebelum para relawan dibawa ke Pelabuhan Ashdod dan menjalani proses detensi imigrasi oleh otoritas setempat.
Setelah dibebaskan, mereka diberangkatkan ke Istanbul, Turki, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Rombongan terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis dari sejumlah lembaga, di antaranya Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, SMART 171, Republika, Tempo, hingga kontributor sejumlah media televisi nasional.
Menjelang petang, area Terminal 3 masih dipenuhi percakapan hangat keluarga, kibaran bendera Palestina, dan bunga mawar yang dibawa para penyambut. Di sudut terminal, beberapa relawan tampak masih bergantian memeluk kerabat yang menunggu mereka pulang sejak berhari-hari lalu.
Baca juga: BREAKING NEWS: 9 WNI yang Sempat Ditahan Israel Tiba di Tanah Air, Disambut Pekikan ‘Free Palestine’