Pedagang Resah Usai Aksi Pencurian di Masohi Plaza, Kinerja Satpol PP Dipertanyakan
Ode Alfin Risanto May 24, 2026 07:52 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Aksi komplotan pencuri di Masohi Plaza (Maplaz) atau Pasar Tingkat Binaiya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, mulai meresahkan para pedagang.

Keresahan itu muncul setelah aksi pencurian yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) dini hari terekam jelas melalui kamera CCTV.

Dalam rekaman tersebut, sejumlah pelaku terlihat membobol etalase milik pedagang dan mengambil barang-barang di dalamnya.

Peristiwa itu memicu kekhawatiran pedagang terhadap lemahnya sistem keamanan di kawasan pertokoan tersebut.

Mereka pun mempertanyakan peran petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Maluku Tengah yang disebut bertugas menjaga area pasar.

Baca juga: Tekan Pengangguran, Anna Latuconsina Minta Pemda Genjot Investor dan Dapur MBG

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Makin Mahal, Saadiah Uluputty Desak Pemerintah Subsidi Avtur

Salah satu pedagang di Masohi Plaza, Rudy Intan, menilai kondisi keamanan saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika petugas Satpol PP masih aktif berjaga.

Menurut Rudy, para pedagang tetap rutin membayar retribusi setiap bulan, namun tidak mendapatkan jaminan keamanan yang memadai.

“Dulu masih ada Pamong Praja yang berjaga. Sekarang akhir-akhir ini tidak ada. Berarti ada apa?” ujar Rudy, Minggu.

Ia mengaku kecewa karena pengawasan di dalam gedung dinilai sangat lemah. Berdasarkan pengamatannya, petugas hanya datang saat pasar buka atau tutup tanpa melakukan penjagaan aktif di area pertokoan.

“Penjagaan di dalam itu tidak ada. Kalau sudah ada kejadian seperti ini, pelaku pasti sudah tahu jalan masuknya. Kalau keamanan tidak diperketat, mereka bisa beraksi lagi minggu depan atau berikutnya,” katanya.

Rudy menyebut etalase yang dibobol merupakan milik pedagang bernama Caca Tutie. Ia berharap ada pengamanan tetap di lokasi agar pedagang merasa aman saat meninggalkan barang dagangan mereka.

Terkait akses masuk pelaku, Rudy menduga para pencuri tidak melewati pintu utama yang terbuat dari kaca, melainkan masuk melalui sisi samping gedung dengan cara memanjat.

“Kalau pintu utama kaca semua. Kemungkinan mereka masuk lewat samping,” jelasnya.

Meski menjadi korban pencurian, pihak pedagang disebut tidak melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Mereka merasa pesimistis pelaku dapat dikenali karena menggunakan penutup wajah saat beraksi.

Barang yang dicuri diketahui berupa sejumlah aksesori elektronik dari dalam etalase toko.

“Percuma lapor polisi kalau wajah pelaku juga tidak terlihat karena pakai topeng,” ujar Rudy.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Maluku Tengah, Ramly Marasabessy, mengaku pihaknya telah mengecek lokasi kejadian di Masohi Plaza. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci terkait insiden tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai adanya petugas Satpol PP yang disebut ditugaskan berjaga selama 24 jam, Ramly mengatakan penjelasan lebih lanjut akan disampaikan kemudian.

“Memang ada petugas yang dibayar khusus untuk jaga 24 jam, tapi penjelasan lengkapnya nanti disampaikan lebih lanjut,” tandasnya.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.