Keripik kentang rasa bak kut teh asal Taiwan menuai kritik dari warga Malaysia. Kemasan produk dianggap keliru karena memakai ikon Merlion khas Singapura.
Bak kut teh dikenal sebagai hidangan berkuah khas Tionghoa yang populer di Malaysia dan Singapura. Sajian ini umumnya berisi iga babi yang direbus bersama rempah herbal.
Tak heran, asal usul dari makanan ini pun kerap mengundang perdebatan dan sering direbutkan oleh warga Singapura dan Malaysia.
Saking populernya, kini cita rasa bak kut teh juga banyak diadaptasi menjadi camilan kemasan, salah satunya keripik kentang rasa bak kut teh asal Taiwan yang diproduksi oleh Hwayuan Foods. Namun, keripik tersebut menuai sorotan dan kritik dari netizen Malaysia.
Keripik Bak Kut Teh Ini Diprotes Warga Malaysia. Foto: Weird Kaya/Thread
|
Bukan karena rasanya, produk ini justru ramai dibicarakan lantaran desain kemasannya dianggap tidak menggambarkan budaya bak kut teh secara tepat, lapor Weird Kaya (22/5).
Perdebatan bermula setelah seorang netizen membagikan foto kemasan keripik tersebut di media sosial. Ia menilai ada beberapa elemen visual yang terasa keliru dan tidak sesuai dengan identitas kuliner bak kut teh yang dikenal di Malaysia.
Dalam unggahan itu, banyak netizen mengaku lebih fokus memperhatikan desain kemasan dibandingkan rasa camilannya.
Mereka menilai ilustrasi pada bungkus produk terkesan salah memahami latar budaya bak kut teh, alih-alih mendeskripsikannya sebagai makanan khas.
"Saya merasa perlu membela martabat bak kut teh setelah melihat desain kemasan ini," tulis salah satu netizen yang ikut mengomentari unggahan tersebut.
Keripik Bak Kut Teh Ini Diprotes Warga Malaysia. Foto: Weird Kaya/Thread
|
Salah satu detail yang paling disorot adalah penggunaan ikon patung singa Merlion khas Singapura pada kemasan keripik rasa bak kut teh itu.
Netizen Malaysia menilai langkah tersebut kurang tepat karena bak kut teh di Malaysia dan Singapura memiliki karakter yang berbeda.
Seorang pengguna media sosial menyebut kuah bak kut teh Malaysia punya racikan herbal yang khas dan berbeda jauh dari versi Singapura yang lebih dominan lada.
Ada juga netizen yang menilai menyebut bak kut teh Singapura sekadar 'sup lada' juga dianggap tidak menghormati budaya kuliner setempat.
Selain itu, ilustrasi semangkuk bak kut teh dengan tambahan daun ketumbar di atasnya ikut memicu perdebatan. Banyak netizen merasa penyajian tersebut tidak umum ditemukan pada bak kut teh tradisional.
Setelah unggahan itu viral, pihak merek akhirnya memberikan tanggapan melalui akun resminya. Berdasarkan laporan media Taiwan, perusahaan mengaku telah menghentikan pengiriman produk tersebut dan memutuskan membuang sisa material kemasan yang masih ada.
"Ketika kami menerima masukan minggu lalu, kami langsung menghentikan pengiriman dan membuang sisa material kemasan. Ke depannya kami akan bekerja sama dengan tim desain untuk meningkatkan sensitivitas budaya dan akurasi," tulis pihak perusahaan.
Respons cepat itu mendapat apresiasi dari pengunggah awal maupun netizen lainnya. Mereka menilai langkah perusahaan menunjukkan itikad baik untuk belajar memahami budaya kuliner yang diangkat dalam produknya.







