Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Probolinggo Kota Ajun Inspektur Polisi Dua Muhammad Taufik Rahadian mengatakan penyebab kecelakaan mobil anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi (Gus Hilman) diduga karena sopirnya mengantuk.

"Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Diduga pengemudi Innova kurang konsentrasi (mengantuk) terhadap kendaraan yang ada di depannya," kata Taufik saat dihubungi per telepon di Kota Probolinggo, Minggu.

Menurut ia, kendaraan Innova yang dikemudikan Mahrus Ali membawa tiga penumpang, yakni Gus Hilman, Alex Anwaruh, dan Adinda Najwa. Mobil melaju dari arah Probolinggo menuju Pasuruan atau melaju dari timur ke barat.

"Sopir Innova saat mengemudi kurang konsentrasi atau mengantuk sehingga mobilnya melaju tidak terkendali hingga menabrak bak belakang sebelah kanan dump truk yang berjalan di lajur kiri dan berada di depannya," tuturnya.

Benturan keras di lajur kiri tersebut mengakibatkan kendaraan yang ditumpangi Gus Hilman bersama stafnya mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan hingga dua orang penumpangnya meninggal dunia.

Saat ditanya terkait penetapan tersangka dalam peristiwa kecelakaan yang menewaskan dua orang tersebut, Taufik mengatakan Satlantas Polres Probolinggo belum menetapkan tersangka karena masih melakukan penyelidikan yang mendalam.

Sebelumnya, mobil anggota Komisi X DPR RI Gus Hilman mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo KM 834 di Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Sabtu (23/5) sore, yang mengakibatkan dua orang tewas di lokasi kejadian.

Dua korban yang meninggal dunia, yakni Alex Anwaruh (25) dan Adinda Najwa (26), yang merupakan staf pendamping Gus Hilman.

Jenazah kedua korban meninggal dunia sudah dibawa ke rumah duka di Tangerang dan diterima pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, Gus Hilman yang mengalami luka-luka harus menjalani operasi dan perawatan intensif di RS dr Soetomo, Surabaya, dan saat ini dikabarkan kondisinya sudah melewati masa kritis.