Jakarta (ANTARA) - Polsek Cilincing Jakarta Utara menangkap dua remaja yang hendak tawuran dan membawa senjata tajam serta busur panah saat melakukan patroli malam melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu dini hari.
“Kami mengamankan dua remaja yang masih kategori anak bawah umur yang membawa senjata tajam dan busur panah yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut,” kata Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri di Jakarta, Minggu.
Kedua remaja itu kemudian dibawa ke Mapolsek Cilincing untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga berencana memanggil orang tua masing-masing karena keduanya masih berstatus anak di bawah umur.
Bobi mengatakan patroli ini bertujuan sebagai langkah antisipasi tawuran, begal, pencurian kendaraan motor, dan gangguan keamanan lainnya di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
Polsek Cilincing mengerahkan 35 personel gabungan dari kepolisian bersama Pokdar Kamtibmas dengan diawali apel kesiapan personel di kawasan Kolong Tol RW 012, Kelurahan Kalibaru sekitar pukul 01.00 WIB.
Ia menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kriminalitas jalanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
“Patroli ini merupakan bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat guna mencegah terjadinya tawuran, begal, curanmor, maupun tindak kriminal lainnya,” kata dia
Kapolsek Cilincing menambahkan patroli KRYD akan terus digelar secara rutin bersama unsur Tiga Pilar sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jakarta Utara, khususnya pada jam rawan malam hari.
Dirinya meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis saat bertugas, terutama ketika menjumpai remaja yang masih berkumpul hingga larut malam.
“Anggota diminta memberikan imbauan secara persuasif kepada anak-anak muda yang masih nongkrong agar segera pulang ke rumah masing-masing,” katanya.
Usai apel, petugas melaksanakan patroli dengan menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas mulai dari kawasan Kalibaru, Jalan Raya Cilincing, Jalan Alteri Marunda, Jalan BKT Marunda, Jalan BKT Rorotan, hingga kawasan STIP Marunda.
Petugas juga menggelar razia setempat di Perempatan Harapan Indah, Rorotan, dan Perempatan STIP Marunda.
Untuk mendukung patroli, personel mengerahkan tiga unit mobil patroli dan tujuh unit sepeda motor guna memantau situasi di lapangan.
“Rangkaian patroli dan razia berlangsung aman dan kondusif. Hingga kegiatan berakhir, tidak ditemukan adanya tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas di lokasi patroli,” kata dia.





