Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan (Sudinsos Jaksel) menjaring sebanyak 24 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di sepanjang Jalan RS Fatmawati Raya, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru untuk dibina panti sosial.

"Seluruh PPKS tersebut telah dikirim ke panti sosial di Kedoya, Jakarta Barat," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan di Jakarta, Minggu.

Ia mengungkapkan, sebanyak 24 PPKS yang terjaring terdiri dari 13 perempuan dan 11 laki-laki itu akan didata terkait daerah asal, tujuan berada di Jakarta, serta kondisi keluarganya.

Ia berharap mereka bisa dibina agar memiliki kemampuan kerja sebagai jaminan masa depan yang lebih baik dan terjamin nantinya.

"Jika warga Jakarta akan kita bina agar memiliki bekal keterampilan untuk berwirausaha maupun bekerja. Namun jika merupakan penduduk dari luar Jakarta, Dinas Sosial dapat memulangkan mereka ke daerah asal," ucapnya.

Bernard mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada PPKS di jalanan atau trotoar karena dapat memicu munculnya kerumunan dan mengganggu ketertiban umum.

"Saya juga minta agar para pendatang ke Jakarta harus betul-betul memiliki bekal keterampilan agar tidak menjadi PPKS," kata dia.

Sementara itu, Camat Kebayoran Baru, Rachmad Mulyadi mengatakan penjaringan PPKS tersebut merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat melalui video yang sempat viral beberapa waktu lalu terkait maraknya PPKS pada malam hari.

"Kami berterima kasih atas adanya hal yang viral ini karena menjadi bahan masukan bagi kami di wilayah untuk dapat melakukan penjangkauan agar mereka dapat dibina," ucapnya.

Mulyadi menjelaskan, dalam kegiatan yang berlangsung hingga dini hari tersebut, dikerahkan sebanyak 75 personel gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, TNI/Polri, FKDM, dan unsur terkait lainnya.

Ia berharap, masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar bisa disalurkan dengan lebih tepat sasaran dan tidak melanggar aturan.

"Kami minta kepada para pemberi sedekah saya meminta agar bantuan dapat disalurkan melalui lembaga resmi, seperti Baznas (Bazis). Insya Allah bantuan tersebut akan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," kata Mulyadi.