Menjelang Iduladha 1447 H, Harga Karet Mingguan di Tingkat Petani OKI Tembus Rp18.000 per Kilogram
tarso romli May 24, 2026 08:27 PM

Baca juga: Video Pria Asal OKU Berbuat Asusila ke Pacar di Sawah Tersebar, Orangtua Korban Tak Terima


SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga getah karet kering di sebagian besar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus meroket dan memberikan angin segar bagi perekonomian masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, harga jual karet di tingkat petani saat ini disebut-sebut telah menyentuh angka tertinggi sepanjang periode tahun 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga ini memang tidak seragam di setiap wilayah, namun trennya menunjukkan peningkatan yang positif.

Nawawi, petani karet di Mesuji Raya, mengungkapkan bahwa getah karet kini dihargai pada kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram. 

Harga ini berlaku untuk hasil sadapan durasi mingguan dan bulanan, tergantung pada Kadar Karet Kering (KKK).

"Terakhir saya menjual hasil karet mingguan seharga Rp18.000 per kilogram. Alhamdulillah, harganya naik terus selama bulan Mei ini, terutama saat mendekati lebaran," ujarnya saat dimintai keterangan, Minggu (24/5/2026) siang.

Namun, di balik senyum para petani, terselip keluh kesah. Tingginya intensitas curah hujan di sebagian wilayah Bumi Bende Seguguk belakangan ini menjadi kendala utama.

Hujan deras yang sering turun mendadak membuat aktivitas menyadap (nderes) terganggu karena getah kerap hanyut terbawa air sebelum sempat membeku.

"Di tengah harga yang sedang mahal dalam sebulan terakhir, ada kendala hujan deras yang terus-menerus turun. Hal ini membuat getah yang dihasilkan menjadi berkurang. Dalam satu hektare lahan karet, saya hanya mendapat sekitar 100 kilogram per dua minggu panen," keluh Nawawi.

Hal senada diutarakan oleh petani lainnya, Darwin. Ia membenarkan bahwa saat ini harga dari tangan tengkulak memang sedang sangat menguntungkan.

Meski kualitas getah yang dihasilkan di tiap desa berbeda-beda, harga Rp20.000 per kilogram menjadi pencapaian tertinggi sejauh ini di tahun 2026.

"Memang lagi mahal-mahalnya. Di tempat kami, hasil karet bulanan tembus Rp20.000 per kilogram. Ini harga tertinggi yang kami rasakan selama tahun 2026," ujar Darwin semringah.

Menurut Darwin, para petani menaruh harapan besar agar tren kenaikan harga ini tidak berhenti di sini.

Apalagi, mereka mulai bersiap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah harga kebutuhan pokok yang juga mulai melambung tinggi.

"Kami sangat berharap harga terus naik, kalau bisa sampai Rp30.000 per kilogram, supaya kami para petani bisa memenuhi berbagai keperluan saat lebaran nanti," tuturnya.

Bagi Darwin dan ribuan petani karet di Kabupaten OKI, pekerjaan menyadap karet adalah satu-satunya tumpuan hidup.

Berapa pun harga yang ditetapkan pasar, mereka tetap melakoni pekerjaan tersebut demi menjaga dapur tetap mengebul.

"Kebun karet ini adalah pendapatan utama kami satu-satunya. Hasil inilah yang dipakai untuk makan sehari-hari dan membiayai kebutuhan keluarga," pungkasnya.

Sebagai informasi, berikut adalah harga indikasi karet SGX-Sicom Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan kadar karet kering (KKK) yang dikeluarkan pada Jumat, 22 Mei 2026 yang lalu:

Kadar 100 persen: Rp39.179/kg
Kadar 70 persen: Rp27.425/kg
Kadar 60 persen: Rp23.507/kg
Kadar 50 persen: Rp19.589/kg
Kadar 40 persen: Rp15.671/kg
Kadar 30 persen: Rp11.753/kg

Baca juga: Harga Singkong Anjlok, Petani di OKU Timur Beralih Garap Cabai Rawit karena Lebih Menjanjikan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.