TRIBUNSUMSEL.COM - Pada halaman 226 dan 227 dalam buku paket Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 8 semester 2, siswa diminta menyelesaikan 5 soal esai.
Soal-soal tersebut berkaitan dengan uji kompetensi tentang Cahaya dan Optik.
Selengkapnya, berikut kunci jawaban soal IPA kelas 8 halaman 226-227 kurikulum merdeka.
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Mata yang normal memiliki kemampuan untuk melihat benda dengan jelas pada jarak yang dekat dan jauh. Mengapa mata kita memiliki kemampuan tersebut?
JAWABAN: Mata dapat melihat benda dengan jelas pada jarak dekat maupun jauh karena lensa mata memiliki kemampuan untuk mengubah bentuknya.
2. Beni memiliki penglihatan normal, kemudian dia mencoba kacamata Udin yang berlensa negatif. Ternyata, penglihatan Beni menjadi kabur. Mengapa hal ini terjadi?
JAWABAN:
Penglihatan Badu menjadi kabur ketika memakai kacamata Roni karena dengan adanya lensa tambahan (kacamata) akan menyebabkan bayangan benda tidak dapat jatuh tepat pada retina.
3. Lukislah bayangan yang dibentuk oleh cermin datar untuk benda-benda di bawah ini!
JAWABAN:
4. Lensa cembung sering disebut dengan lensa pengumpul (konvergen), sedangkan lensa cekung sering disebut lensa penyebar (divergen), mengapa demikian? Agar mudah menjelaskan, gunakan gambar hasil pembiasan cahaya pada lensa tersebut!
JAWABAN:
Hal ini dikarenakan cahaya yang dibiaskan oleh lensa cembung adalah mengumpul, sedangkan cahaya yang dibiaskan oleh lensa cekung menyebar.
5. Seseorang yang memiliki tinggi dari ujung kaki sampai ke matanya 150 cm berdiri di depan cermin datar yang tingginya 30 cm. Cermin itu ditegakkan vertikal di atas meja yang tingginya 80 cm dari lantai. Berapakah tinggi bayangan bagian badan orang itu yang dapat dilihat di cermin?
JAWABAN:
Di ukur dari ujung kaki, tinggi ujung bawah cermin datar adalah BD = 80 cm, sedangkan tinggi ujung atasnya adalah BE = 110 cm (sebab tinggi cermin menurut data soal adalah 30 cm sama dengan tinggi DE).
Tinggi orang dihitung dari ujung kaki sampai mata sama dengan tinggi BA = 150 cm.
Berdasarkan hukum pemantulan Tinggi DA sama dengan tinggi CD.
Tinggi DA = BA – BD
= 150 cm – 80 cm
= 70 cm
Jadi DA = CD = 70 cm.
Dari gambar di atas juga dapat ditentukan bahwa tinggi CA = 2 CD = 2
DA = 140 cm sehingga tinggi BC dapat ditentukan, yakni:
Tinggi BC = BA – CA =10 cm
Selanjutnya kita dapatkan tinggi BF = BD – BC = 70 cm sehingga kita dapat tentukan tinggi FD, yakni:
Tinggi FD = BD – BF
= 80 cm – 70 cm = 10 cm.
Akhirnya tinggi CF pun dapat kita tentukan, yakni
Tinggi CF = BD – BC – FD
= 80 cm – 10 cm – 10 cm = 60 cm
Jadi bagian badan yang terlihat bayangannya hanya 60 cm (pada gambar di atas, orang tersebut hanya dapat melihat bayangan badannya kira-kira dari perut sampai lutut).
Baca juga: Jawaban Soal Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 163-164 Kurikulum Merdeka
Baca juga: Jawaban Soal Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 182 Kurikulum Merdeka: Identifikasi Teks Pidato
Baca juga: Jawaban Soal IPS Kelas 8 Halaman 294 Kurikulum Merdeka: Perekonomian Indonesia
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel